Beginilah Cara Pencegahan Kesemutan Pada Anak

Penyakit Tumor Anak – Kesemutan bukan hanya dialami oleh orang dewasa, tapi juga bisa dialami oleh anak-anak. Kesemutan atau secara medis disebut dengan parestesia diartikan sebagai sensasi terbakar, geli, atau mati rasa yang biasanya terasa ditangan, lengan, tungkai, atau kaki. Kesemutan pada anak biasanya tidak berbahaya, tapi itu bisa menjadi akibat dari sejumlah penyebab yang berbeda. Dalam beberapa kasus, kesemutan parah dan berkepanjangan bisa merupakan tanda dari kondisi yang mendasari lebih serius, terlebih jika kesemutan juga disertai dengan gejala lainnya.

Kesemutan yang sering dialami banyak orang pada umumnya bersifat sementara. Ini kerap terjadi saat ada penempatan tekanan yang terlalu lama pada bagian tubuh, sehingga memotong suplai darah ke saraf di daerah tersebut. Sebagai dampaknya, saraf menjadi sulit mengirimkan sinyal penting untuk otak. Parestesia disebabkan oleh gangguan pada fungsi neuron di jalur sensorik. Gangguan ini bisa terjadi pada sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang), akar saraf yang melekat pada tulang belakang, atau sistem saraf perifer (saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang).

kesemutan anak

Menempatkan berat badan pada bagian tubuh tertentu seperti saat berlutut, memakai sepatu atau kaos kaki ketat bisa berpotensi mengalami kesemutan. Kesemutan sementara akibat hal semacam ini bisa mereda dengan melonggarkan tekanan pada daerah yang terkena, guna memungkinkan suplai darah kembali berjalan normal. Dan dalam beberapa kasus, kesemutan bisa menjadi kondisi yang kronis.

Kesemutan kronis di kaki atau lengan selama periode waktu yang panjang pada umumnya menunjukkan beberapa tingkat kerusakan pada saraf. Dan ada beberapa penyebab kesemutan yang kurang umum diantaranya :

  • Carpal tunnel syndrome, yakni kondisi yang disebabkan oleh saraf terjepit pada pergelangan tangan.
  • Gangguan metabolisme atau gizi, seperti diabetes, hipotiroidisme (kelenjar tiroid kurang aktif), malnutrisi, dan kekurangan vitamin B12.
  • Gangguan sistem saraf pusat, seperti terkena stroke, tumor otak, multiple sclerosis, atau luka yang menghancurkan, memutuskan, atau menarik saraf.
  • Penyakit jaringan ikat seperti arthritis dan systemic lupus erythematosus (penyakit peradangan kronis yang mempengaruhi banyak sistem tubuh, termasuk sistem saraf).
  • Toksin, seperti logam berat(arsenik, timbal, dan merkuri), obat antibiotik tertentu, obat kemoterapi, dan overdosis pyridoxine (vitamin B6).
  • Tumor Ganas.
  • Infeksi, seperti human immunodeficiency virus (HIV) dan penyakit kista.
  • Penyakit keturunan, seperti Denny-Brown’s syndrome (gangguan pada akar saraf).

Gejala lain mungkin menyertai parestesia, tergantung pada jenis dan tingkat keparahan gangguan itu sendiri yang mendasari kesemutan, jadi kesemutan ini tidak boleh diremehkan. Kesemutan yang berlangsung lebih dari beberapa menit, perlu segera diperiksakan agar bisa segera mendapat evaluasi medis lebih lanjut.

Pencegahan Kesemutan

Pencegah Kesemutan Anak – Belum diketahui secara pasti apakah kesemutan bisa dicegah atau tidak, namun pada umumnya mencegah gangguan yang mendasari bisa mengurangi timbulnya parestesia. Ini bisa dilakukan dengan mendorong anak untuk hidup sehat dan melakukan beberapa modifikasi gaya hidup untuk mencegah hambatan atau gangguan pada saraf, dengan cara:

  1. Pola makan yang sehat dengan meningkatkan konsumsi buah dan sayuran yang kaya akan vitamin dan mineral.
  2. Hal ini berperan dalam pembentukan sistem daya tahan tubuh yang kuat sehingga tubuh bisa lebih terlindungi dari ancaman penyakit seperti infeksi.
  3. Gaya hidup aktif dengan rutin berolahraga secara teratur.
  4. Cukup istirahat setiap harinya.
  5. Tidak memakai pakaian, sepatu, atau kaos kaki ketat yang berpotensi menekan saraf dan mengganggu aliran darah.
  6. Menghindari paparan racun.
  7. Hindari duduk dengan melipatkan kaki terlalu lama.
  8. Memperbaiki postur tubuh.
  9. Segera mencari perhatian medis jika mengalami kesemutan yang tidak biasa.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *