tumor hati anak

Khasiat Temulawak Dalam Membantu Pengobatan Kanker Hati

Penyakit TumorTumor ganas Hati (Kanker hati) merupakan salah satu penyakit yang menyerang organ vital tubuh yakni hati. Sebagai organ tubuh manusia, hati mempunyai fungsi yang cukup kompleks yakni menghasilkan cairan empedu yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari zat yang berbahaya, membantu proses pencernaan agar tubuh bisa melakukan penyerapan sari-sari makanan secara optimal, memecah lemak dengan menggunakan enzim-enzim yang dihasilkan oleh hati menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga tidak akan membahayakan tubuh, dan masih banyak lagi fungsi-fungsi hati yang lainnya. Dengan fungsinya yang cukup kompleks. tentu tidak menutup kemungkinan organ hati untuk terserang penyakit seperti tumor, kanker, liver, dan hepatitis (A, B, C) terutama dengan gaya hidup modern seperti saat ini.

penyakit-hati-kronis-obatherbal

Di era kehidupan modern seperti sekarang ini semua dituntut untuk berjalan dengan cepat sehingga seringkali banyak orang yang melupakan perilaku hidup sehat untuk dirinya sendiri. Kurangnya menjaga kebersihan makanan, banyak mengkonsumsi makanan instan yang mengandung bahan pengawet membuat organ dalam tubuh bekerja ekstra untuk mencerna makanan. Jika kita mengibaratkan organ tubuh sebagai mesin, maka semakin banyak kita mengkonsumsi makanan yang sulit dicerna akan lebih cepat memasuki masa kerusakan. Berbeda dengan apabila kita mengkonsumsi makanan yang bergizi dan terjamin kebersihannya, maka organ tubuh akan bekerja secara normal dan akan memperoleh gizi penunjang untuk perawatan organ itu sendiri.

Baca Juga : Memperdalam Tentang Penyakit Tumor Hati Pada Anak

Gejala kerusakan hati

Bukti banyaknya kerusakan dini yang terjadi pada organ hati ialah banyaknya orang yang masih berusia 25-30 tahun terkena hepatitis. Dan yang menjadi penyebab umumnya ialah karena mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung pengawet, merokok, banyak mengkonsumsi makanan yang banyak bergadang. Berdasarkan data dari kementrian kesehatan, dari 100 orang, 10 diantaranya terserang hepatitis. Hal ini menunjukkan tingginya potensi penyakit hepatitis untuk menjadi penyebab kanker hati.

Tubuh manusia mempunyai teknologi canggih layaknya mesin. Sebelum menunjukkan kerusakan yang parah, tentu saja akan mengirimkan sinyal-sinyal tertentu, begitu juga dengan tubuh yang terserang dengan penyakit kanker hati perlu diwaspadai jika terdapat tanda-tanda seperti :

  • Badan terasa mulai mudah lelah
  • Penurunan berat badan tanpa sebab
  • Selera makan yang mulai menurun, terasa mual dan muntah-muntah
  • Badan mulai menguning, terutama pada bagian mata dan kuku

temulawakApabila tanda-tanda tersebut mulai muncul, segera ubah pola hidup anda mulai dari pola makan, aktivitas sehari-hari, dan mulai juga untuk mengkonsumsi makanan pencegah kanker, mengkonsumsi obat herbal kanker, atau tamanan obat kanker seperti salah satunya dengan Temulawak. Mengapa temulawak? karena temulawak merupakan tanaman obat yang mempunyai kandungan yang bisa mengobati berbagai macam penyakit seperti kanker hati. Kandungan yang terdapat pada temulawak:

1. Minyak atsiri
Pada temulawak terdapat sekitar 3% minyak atsiri yang bermanfaat untuk membantu sel-sel hati yang mengalami kerusakan melakukan regenerasi. Kerusakan sel-sel hati ini biasanya disebabkan oleh racun yang berhasil menembus masuk ke dalam tubuh. Selain itu, minyak atsiri juga bermanfaat untuk meningkatkan produksi getah empedu.

Minyak atsiri ini mempunyai beberapa komponen yang kaya akan fungsi. Beberapa komponen tersebut diantaranya seskuiterpen, a-curcumene, siskloisoprenmycrene, zingiberence, dan xanthorrizol. Zat-zat tersebut membantu hati dalam bekerja secara optimal. Selain bisa menjadi penawar racun kandungan zat dalam minyak atsiri yakni xanthorrizol merupakan zat anti-kanker, sehingga bisa difungsikan untuk mengobati penyakit kanker, terutama kanker hati dan kanker payudara secara efektif.

2. Kurkuminoid
Kurkuminoid mengandung senyawa kurkumin dan desmetoksikurkumin yang mempunyai banyak manfaat. Mulai dari menetralkan racun, menghilangkan peradangan sendi, meningkatkan sekresi empedu, dan menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Selain itu, kurkuminoid juga berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi tubuh dari radikal bebas. Dan juga berfungsi untuk mengurangi perasaan mual karena pengobatan.

Pengobatan Kanker Hati

Pengobatan kanker hati dengan menggunakan temulawak sangat direkomendasikan karena banyak hasil penelitian yang sudah membuktikan bahwa pengobatan herbal dengan temulawak tidak memberikan efek samping. Selain itu, pengolahan ramuan temulawak dinilai cukup mudah. Anda cukup menyediakan temulawak secukupnya (sekitar 1-2 rimpang) kemudian cuci sampai bersih dan dipisahkan dari kulitnya, lalu parut sampai halus, jika ingin menambahkan campuran dengan tanaman herbal lainnya anda bisa menambahkan daun meniran, parutan lengkuas, parutan jahe, asam, dan tanaman obat lainnya yang bisa mendukung fungsi dari temulawak tersebut. Setelah itu campuran ramuan siap direbus dalam 300cc air sampai mendidih. Lalu bisa diminum secara rutin 1x sehari.

Penderita kanker hati yang rutin mengkonsumsi ramuan diatas akan merasakan beberapa perubahan seperti:

  1. Sel-sel kanker dalam tubuh mulai mati, sehingga bisa menurunkan stadium kanker hati yang dialami oleh penderita.
  2. Mengurangi efek yang ditimbulkan dari obat-obatan medis dan kemoterapi.
  3. Meningkatkan nafsu makan.
  4. Mengurangi peradangan kelenjar dan rasa nyeri dibagian yang terkena kanker.
  5. Meningkatkan daya tahan tubuh secara berkala.

Demikianlah manfaat dari temulawak sebagai pengobatan penyakit kanker hati. Apabila anda pernah mempunyai riwayat penyakit hepatitis B, tidak ada salahnya jika anda melakukan pencegahan dengan mengkonsumsi temulawak secara teratur. Hal ini dikarenakan penderita hepatitis mempunyai kemungkinan yang cukup besar terserang kanker hati.

Inilah Gejala Penyakit Tumor Ganas (Kanker) Hati Anak

Gejala Tumor Hati Pada Anak – Hati merupakan salah satu organ tubuh yang paling penting untuk manusia. Fungsi organ ini secara umum ialah tempat untuk penyaringan dan penyimpanan darah yang ada pada tubuh. Dan Salah satu penyakit yang bisa menyerang hati ialah Tumor ganas hati atau istilah lainnya Kanker hati. Kanker hati merupakan suatu penyakit yang berasal dari hati itu sendiri, dan bukan merupakan keganasan dari organ lain yang menyebar ke hati. Penyakit ini biasanya ditandai dengan adanya pembesaran pada hati.

kanker-hati2

Kanker hati ini bisa menyerang siapa saja baik itu anak-anak ataupun dewasa. Tapi, penyakit ini biasanya menyerang anak-anak dari usia bayi sampai saat usia 3 tahun. Jika tidak ditangani dengan cepat, kanker hati ini bisa menyerang organ tubuh lainnya. Bahkan penyebab utama dari kanker hati ini secara spesifik belum diketahui, namun secara umum penyakit kanker bisa disebabkan oleh faktor genetik yang ditularkan oleh salah satu anggota dalam suatu keluarga.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penyakit kanker hati ini jika tidak segera ditangani akan menjadi sangat berbahaya, terlebih jika terjadi pada anak yang sedang mengalami masa pertumbuhan. Tapi sebelumnya, sebagai orang tua atau orang yang lebih dewasa dari anak-anak, kita perlu mengetahui gejala yang mungkin dialami oleh anak yang di diagnosa mengidap penyakit kanker hati. Setiap anak-anak bisa saja mengalami gejala yang berbeda-beda. Dibawah ini ada beberapa gejala umum kanker hati pada anak :

1. Perut terlihat bengkak
Salah satu yang pertama gejala kanker hati pada anak ialah adanya pembengkakkan pada perut anak. Hal ini dikarenakan saat kanker hati muncul maka akan terjadi pembesaran pada hati, sehingga perut akan terlihat membesar.

kanker-hati-pada-anak2. Perut sering sakit
Karena adanya pembengkakkan pada perut menjadikan perut sering terasa sakit. Waspadailah dan segera mungkin lakukan pemeriksaan oleh dokter ahli agar dilakukan diagnosa penyakit kanker hati pada anak tersebut.

3. Berat badan dan nafsu makan menurun
Anak yang terserang kanker hati juga akan mengalami penurunan berat badan karena nafsu makan yang berkurang. Hal ini disebabkan karena tubuh yang sulit menerima nutrisi dari makanan yang dikonsumsinya, sehingga anak tidak memiliki nafsu makan.

4. Anak laki-laki mengalami pubertas dini
Masa pubertas memang merupakan hal yang wajar terjadi pada siapapun termasuk anak-anak. Tapi lain halnya dengan pubertas yang terjadi sebelum waktunya atau yang sering disebut dengan pubertas dini, terutama pada anak laki-laki. Perlu diwaspadai bahwa anak tersebut mengidap penyakit kanker hati.

5. Sering mengalami demam
Anak yang terserang penyakit kanker hati biasanya akan mengalami demam. Demam yang terjadi ini berbeda dengan demam pada umumnya. Saat menderita kanker hati, demam akan berlangsung dengan cukup lama. Hal ini disebabkan oleh daya tahan tubuh yang semakin melemah karena kanker hati yang sudah mulai menyerang.

6. Sering mual dan muntah
Gejala Anak yang terserang penyakit kanker hati yang selanjutnya ialah akan sering merasakan mual dan muntah. Kadangkala orang tua menganggap sepele gejala tersebut. Saat orang tua mulai melihat anak mereke sering mengalami mual dan muntah, maka dianjurkan untuk memeriksakan anak tersebut ke dokter ahli, karena bisa saja mual dan muntah tersebut merupakan gejala penyakit kanker hati.

7. Mata dan kulit terlihat berwarna kuning
Tanda yang umum terjadi ketika mengidap kanker hati ialah mata dan kulit yang terlihat berwarna kuning. Jika gejala ini muncul dan bahkan sangat terlihat jelas, ada baiknya segera lakukan penanganan dan pengobatan sebagai upaya untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit kanker hati pada anak.

8. Kulit terasa gatal
Anak yang menderita kanker hati, kulit mereka akan terasa gatal. Rasa gatal yang timbul ini belum diketahui secara pasti apa penyebabnya. Rasa gatal ini biasa muncul cukup lama.

9. Pembuluh darah di peru membesar dan terlihat melalui kulit
Ini merupakan dampak lain dari adanya pembesaran hati karena pembuluh darah yang berada di perut ikut membesar sehingga pembuluh darah tersebut terlihat dari kulit perut anak yang terkena penyakit kanker hati.

Jika gejala-gejala diatas yang berkaitan dengan kanker hati ini sudah terjadi pada anak, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan ialah pengobatan. Pengobatan yang bisa dilakukan ialah berupa pengobatan secara medis oleh dokter atau dengan pengobatan secara herbal yang memanfaatkan bahan-bahan alami untuk pengobatannya. Setiap stadium dari kanker hati mempunyai penanganan atau pengobatan yang berbeda-beda. Semoga Bermanfaat 🙂

Memperdalam Tentang Penyakit Tumor Hati Pada Anak

Penyakit Tumor Anak Tumor hati pada anak bisa bersifat jinak dan ganas, dan bisa primer atau merupakan metastase dari organ lain. Tumor hati primer ini jarang terjadi pada anak, ada kurang lebih 3% dari seluruh tumor pada anak. Dan kira-kira 50-60% dari tumor hati pada anak merupakan keganasan, lebih dari 65% diantaranya ialah hepatoblastoma. Tumor ganas lainnya yang juga sering di dapatkan pada anak ialah karsinoma hepatoseluler.

tumor-hati-anakPenyebab tumor hati ini masih dikatakan belum jelas. Tumor yang ditemukan sejak lahir yang pada umumnya bersifat jinak diantaranya hamartoma, hemangioma, dan hemangioendotelioma. Ada dua jenis tumor ganas yang sering didapatkan pada anak diantaranya hepatoblastoma dan karsinoma hepatoseluler. Hepatoblastoma banyak ditemukan di bawah usia 3 tahun dan dikaitkan dengan kelainan genetik yakni hilangnya heterosigositas pada kromosom 11p15 yang berakibat pada gangguan gen supresi tumor. Hepatoblastoma juga biasa berhubungan dengan adanya sindroma Beckwith-Weidemann, gigantism, macroglossia, microcephaly, dan viceromegaly. Karsinoma hepatoseluler pada anak bisa ditemukan sejak lahir sampai usia 19 tahun, biasanya berkaitan dengan infeksi hepatitis B ataupun C, tirosinemia herediter tipe kronis, penyakit glycogen storage, defisiensi a1, antitripsin, dan sirosis bilier.

Gejala Klinis Tumor Hati Pada Anak

Gejala Tumor Hati Pada Anak sangat bervariasi dan berbeda-beda pada setiap penderita karena bergantung pada ukuran dan jenis tumor, kadang juga gejala diakibatkan metastase tumor. Beberapa gejala yang sering ditemukan diantaranya:

  • Masa abdomen yang besar, atau pembesaran perut
  • Nyeri perut kanan
  • Nafsu makan menurun, penurunan berat badan
  • Muntah
  • Ikterus
  • Panas
  • Gatal-gatal pada kulit
  • Anemia
  • Nyeri punggung akibat penekanan tumor

Diagnosis Tumor hati

Selain anamnesis dan pemeriksaan fisik yang lengkap, beberapa pemeriksaan penunjang juga diperlukan dalam menegakkan diagnosis tumor hati pada anak dan metastasenya meliputi:
Laboratorium : darah lengkap, kimia darah, tes fungsi hati dan ginjal, serologi hepatitis B dan C, a-fetoprotein/AFP (juga untuk monitoring terapi)
– Biopsi hati untuk pemeriksaan histopatologi
– Radiologi : Foto plus dada, USG/USG Doppler, CT-scan/MRI
Selain menentukan diagnosis tumor hati, perlu diperhatikan juga penentuan stadium dari tumor tersebut terutama pada tipe ganas. Penentuan stadium sangat berguna dalam pengobatan dan mengetahui prognosisnya. Ada beberapa metode penentuan stadium tumor hati pada anak, salah satunya seperti berikut:

Stadium I : Tumor bisa diangkat lengkap dengan pembedahan
Stadium II : Tumor bisa diangkat dengan pembedahan tapi masih meninggalkan sedikit sisa
Stadium III : Tumor tidak bisa diangkat secara lengkap dengan pembedahan dan didapatkan penyebaran pada kelenjar getah bening disekitarnya
Stadium IV : Tumor sudah menyebar ke organ tubuh lain
Kambuhan : Tumor muncul lagi setelah pengobatan baik dihati ataupun organ lain.

Diagnosis Banding

  • Abses hati
  • Neuroblastoma
  • Tumor wilms
  • Kolestasis/sirosis hati

Penatalaksanaan Tumor Hati

Penatalaksanaan tumor hati pada anak tergantung dari jenis dan stadium tumor, usia, dan kondisi fisik penderita. Pada tumor jinak biasanya dilakukan pembedahan untuk mengangkat tumor tanpa disertai pengobatan yang lainnya. Pada tumor ganas diperlukan kerjasama dengan dokter bedah anak dan ahli onkologi anak. Pengobatan biasanya merupakan kombinasi antara:

  • Pembedahan
  • Kemoterapi
  • Radioterapi
  • Transplantasi hati

Pengobatan berdasarkan jenis dan stadium tumor

  • Hepatoblastoma stadium I dan II : Pengangkatan tumor dan diikuti dengan kemoterapi 4 seri menggunakan cisplatin, vincristine dan fluorouracil.
  • Karsinoma hepatoseluler stadium I dan II : Pengangkatan tumor diikuti kemoterapi cisplatin dan atau doxorubicin.
  • Hepatoblastoma stadium III dan IV : Beberapa alternatif pengobatan yang bisa dilakukan :
  1. Kemoterapi untuk mengurangi ukuran tumor dilanjutkan pengangkatan sebanyak mungkin tumor dan ditutup kemoterapi lagi.
  2. Pembedahan metastase tumor di paru.
  3. Kemoterapi.
  4. Radioterapi diikuti pembedahan.
  5. Penyuntikan obat kemoterapi langsung ke pembuluh darah hati.
  6. Kemoterapi dan kemoembolisasi
  7. Transplantasi hati.
  • Karsinoma hepatoseluler stadium III dan IV : pengurangan ukuran tumor dengan menggunakan kemoterapi cisplatin dengan vincristine/fluorouracil atau doxorubicin dilanjutkan dengan pengangkatan tumor sebanyak mungkin.
  • Kambuhan : Dilakukan pengobatan ulang berdasarkan pengobatan selanjutnya.

Selain pengobatan terhadap tumornya perlu juga dilakukan pengobatan suportif dengan mencegah dan mengobati infeksi, efek samping pengobatan dan komplikasinya, serta memberikan rasa nyaman pada penderita selama pengobatan. Perlu dilakukan pengamatan secara berkala untuk memonitor respon terhadap pengobatan dan mewaspadai efek samping jangka panjang dari pengobatan.

Prognosis
Anak dengan tumor hati jinak biasanya tidak akan mendapatkan masalah di kemudian hari setelah tumor diangkat. Prognosis tumor hati ganas bervariasi pada masing-masing penderita. Diagnosis yang cepat dan tepat serta terapi yang progesit penting untuk mendapatkan prognosis yang terbaik untuk penderitanya. Masih perlu dikembangkan metode pengobatan baru yang bisa meningkatkan keberhasilan terapi dan menekan efek samping sekecil mungkin. Semoga bermanfaat:)