tumor mata

Kenali Tanda Tanda Awal Penyakit Tumor Padat Pada Anak

Penyakit Tumor Anak | Selain kanker cair yang sering disebut sebagai leukemia atau kanker darah, anak juga bisa mengalami tumor padat. Tumor padat pada anak sendiri bisa dijumpai di hampir semua organ tubuh seorang anak mulai dari kepala sampai ujung kaki. Orang tua biasanya mengetahui atau meraba benjolan tumor saat anak sedang dimandikan.

tumor-padat-pada-anak

Di bawah ini ada beberapa hal yang perlu diwaspadai orang tua jika melihat atau meraba benjolan pada mata, leher, paru, alat kelamin, kaki, perut, tangan dan otak. Ini penjelasannya:

Mata
Orang tua harus waspada jika mata anak terlihat seperti mata kucing, berwarna merah, terjadi gangguan penglihatan, atau bahkan juling. Khusus untuk mata merah, biasanya orang tua hanya akan memberikan obat tetes mata saja, dan memang boleh-boleh saja melakukan hal demikian. Namun, jika dalam waktu 3 hari tidak ada perbaikan, segeran bawa ke dokter, puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya, karena bisa saja itu merupakan gejala awal penyakit kanker mata.

Leher
Orang tua juga harus waspada jika menemukan benjolan pada leher anak dan membesar dalam waktu yang singkat. Karena biasanya anak tidak mengeluh kesakitan jika benjolan tersebut ditekan atau dipegang. Tidak sama seperti benjolan yang muncul karena infeksi, yang biasanya sakit dan panas saat ditekan bahkan saat dipegang.

Paru
Jika seorang anak mengalami sesak nafas, dan setelah dilakukan pemeriksaan terdapat sel kanker di parunya, jangan dulu berpikiran bahwa anak tersebut mengalami kanker paru. Karena tidak ada kanker paru pada anak, keadaan ini biasanya akibat dari penyebaran suatu jenis kanker tertentu ke paru-paru. Dan salah satu jenis kanker pada anak yang bisa menyebar sampai ke paru ialah kanker tulang.

Alat kelamin
Alat kelamin disini merupakan alat kelamin pria. Jika dilihat dari fisik, testis kanan dan kiri terlihat tidak sama besar, konsistensi testis yang terserang juga biasanya keras, dan tidak terlihat tanda-tanda infeksi. Kanker pada organ testis ini seperti hal nya pari-paru, yang merupakan akibat dari penyebaran suatu jenis kanker tersebut ke testis. Jenis kanker yang bisa menyebar ke testis ialah leukemia.

Perut
Tentunya banyak organ yang berada dalam perut, seperti ginjal, hati, indung telur, dan lain sebagainya. Semua organ tersebut bisa saja terserang kanker. Jika dilihat dari fisiknya, perut anak akan terlihat membuncit dan jika ditekan akan teraba suatu benjolan. Dan juga hal lainnya yang perlu diperhatikan orang tua yakni jangan terlalu sering menekan perut anak yang semakin lama semakin membesar, karena bisa mempermudah sel kanker dalam menyebar.

Kaki dan tangan
Waspada jika terlihat seperti bengkak pada kaki atau tangan anak. Pembengkakkan ini biasanya bisa disertai dengan demam atau nyeri.

Otak
Benjolan pada otak anak ini memang tidak bisa dilihat bahkan diraba. Tapi meskipun demikian, orang tua harus tetap mewaspadai gejala kanker otak dengan melihat dampak yang ditimbulkan karena adanya suatu benjolan pada otak. Gejala tersebut seprti pusing, muntah yang menyemprot, lumpuh, juga gangguan keseimbangan.

Karena semakin dini kanker pada anak ditemukan, maka semakin besar juga peluang anak untuk sembuh dari penyakit ini. Semoga Bermanfaat :))

Waspada Tumor Ganas Yang Menyerang Mata Anak

Ahli Tumor – Retinoblastoma yang menyerang mata termasuk tumor ganas saraf embrional. Tumor ganas inilah yang paling sering menyerang anak-anak, ada sekitar 90% kasus retinoblastoma yang ditemukan pada anak sebelum usia 3 tahun. Tumor mata ganas yang menyerang anak harus diwaspadai.

Tidak ada prediksi jenis kelamin, suku, atau ras, meskipun retinoblastoma lebih sering ditemukan pada anak perempuan. Retinoblastoma ini terjadi akibat hilangnya kedua kromosom dari satu pasang alel dominan protektif yang terdapat daam pita kromosom 13q14. Dan tumor ini bersufat unilateral atau bilateral (30%), serta herediter atau non-herediter. Sekitar 40% kasus bersifat herediter (autosomal dominan) dengan 25% bersifat bilateral.

074393800_1421644843-kanker_mata_anakGejala umum dari penyakit ini yakni leukokoria dimana terdapat warna putih pada pupil mata saat disinari cahaya. Gejala lainnya seperti juling/strabismus, heterokromia, glaukoma, neovaskular, atau sudut tertutup, nyeri pada mata, penonjolan pada bola mata/proptosis, iritabilitas, kejang, muntah dan penurunan kesadaran (bila metastasis le saraf pusat). Tumor ini bisa menyebar melalui invasi saraf optikus sampai ke otak, atau melalui koroid ke jaringan lunak orbita dan tulang. Metastasi jauh akan terjadi pada paru, tulang, dan juga otak.

Untuk pemeriksaan nya pun meliputi USG orbita untuk mengetahui ukuran tumor tersebut dan juga bisa mendeteksi adanya klasifikasi dalam tumor. Pemeriksaan yang lainnya lewat CT-scan serta MRI orbita dan kepala, dilakukan untuk mengevaluasi nervus optikis, orbital, keterlibatan sistem saraf pusat, dan klasifikasi intraocular.

Ada 3 stadium pada penyakit retinoblastoma ini, diantaranya :
1. Stadium tenang : pupil lebar, pada pupil tampak reflek kuning yang disebut dengan Amourotic Cats Eye. Hal inilah yang menarik perhatian para orang tuanya untuk membawa anak nya berobat ke dokter. Pada funduskopi tampak bercak warna kuning mengkilat bisa menonjol kedalam badan kaca. Pada permukaannya terdapat neovaskularisasi dan pendarahan.
2. Stadium Glaukoma : Tumor yang semakin besar, sehingga tekanan intraocular meningkat menyebabkan glaukoma sekunder dengan disertai rasa sakit yang sangat. Media refrakta pun menjadi keruh, karena adanya pemeriksaan dengan funduskopi sudah tidak jelas dan sukar untuk menentukan besarnya tumor.
3. Stadium ekstraokuler : Tumor lagi-lagi menjadi semakin besar, bola mata membesar, menyebabkan eksoptalmus, kemudian dapat pecah ke depan sampai keluar dari rongga orbita disertai dengan jaringan nekrosis diatasnya (retinoblastoma eksofitik). Pertumbuhan bisa juga terjadi ke belakang sepanjang nervus optikus dan masuk ke ruang tengkorak (retinoblastoma endofitik).

[ Baca Juga >> penyebab, pengobatan, dan pencegahan Retinoblastoma ]

Penatalaksanaan tergantung dari stadium retinoblastomanya. Pilihan terapinya pun terdapat bermacam-macam seperti terapi retinoblastoma intraokular, enukleasi, eksenterasi, external-beam radiation therapy, thermotherapy, laser photocoagulation, cryotheray dan chemothermotherapy.

Angka kematian akibat dari penyakit retinoblastoma ini berkisar antara 2-5%. Ukuran tumor besar dengan penyebaran sampai ke viterus, invasi tumor ke bilik mata depan, diferensial buruk. Keterlibatan saraf optic, rubeosisiridis, dan invasi koroid merupakan faktor prognostic yang buruk.

Sebagai upaya pencegahan bisa dilakukan skrining genetic. Jika dalam keluarga terdapat riwayat retinoblastoma, sebaiknya mengikuti konsultasi genetik untuk membantu meramalkan resiko retinoblastoma pada keturunannya.

<< Hati-hati Jika Mengidap Tumor Rahim Saat Hamil << Artikel Sebelumnya