tumor

Kenali Keberadaan Tumor Dinding Rahim Pada Wanita

Penyakit Tumor – Bagi kaum wanita, kata ‘miom’ mungkin akan terdengar tak asing lagi. Tapi tidak sedikit juga yang belum mengetahui betul apa itu miom. Miom ini merupakan istilah medis untuk tumor dinding rahim. Miom dikenal juga dengan nama mioma, uteri fibroid atau lelomioma. Miom merupakan pertumbuhan di dalam atau di sekitar uterus (rahim) yang tidak bersifat kanker atau ganas. Miom berasal dari sel otot rahim yang mulai tumbuh secara abnormal. Pertumbuhan inilah yang akhirnya membentuk tumor jinak.

ukuran dari miom ini sangat bervariasi, ada yang sekecil biji dan juga ada yang berukuran besar sampai membuat rahim membesar. Miom yang muncul mungkin hanya satu atau bisa juga beberapa secara sekaligus. Perkembangan miom juga bisa berlangsung secara cepat.

Sampai saat ini, penyebab kemunculam miom masih belum diketahui. Kemunculan kondisi ini dikaitkan dengan hormon estrogen (hormon reproduksi yang dihasilkan oleh ovarium). Biasanya miom muncul pada usia sekitar 30-50 tahun. Setelah mengalami menopause, miom akan menyusut karena penurunan kadar estrogen.

tumor dinding rahim

Miom ini lebih sering muncul pada wanita dengan berat badan yang berlebih atau obesitas. Sejumlah faktor lain yang bisa meningkatkan resiko munculnya miom ialah menstruasi yang dimulai terlalu dini, banyak mengkonsumsi daging merah dibandingkan dengan sayuran dan buah-buahan, juga kebiasaan mengkonsumsi alkohol. (Baca juga : Perbedaan Dari Penyakit Tumor, Kista, dan Miom Pada Wanita)

Meskipun pada umumnya miom ini jarang menjadi kanker, miom patut diwaspadai karena dampak yang bisa ditimbulkan. Salah satunya ialah dengan memperkecil peluang kehamilan jika miom tumbuh di saluran leher rahim. Hal ini karena rahim menjadi kecil dan menghambat masuknya sperma ke rahim sehingga mempersulit pembuahan. Jadi miom harus dihilangkan terlebih dahulu. Miom juga akan membuat wanita tersebut menjadi sulit hamil jika tumbuh di dinding rahim karena bisa menghambat ‘penanaman’ atau implantasi sel telur yang sudah dibuahi disana.

Wanita hamil dengan miom juga sangat perlu berwaspada, terutama pasa trisemester pertama. Pada periode itu, ada ancaman keguguran karena miom yang membesar akan mendorong embrio sehingga tidak bisa menempel dengan baik di dinding rahim. Jika kehamilan berlanjut, miom bisa mendesak janin sampai plasenta previa (plasenta tumbuh di bawah rahim) dan meningkatkan resiko terjadi pendarahan persalinan.

Penting : Obat Herbal Tumor fibroid atau miom

Pada kenyataannya, miom banyak menyerang wanita. Ada sekitar 75% wanita pernah mempunyai miom. Seringkali juga kondisi ini tidak diketahui karena gejalanya yang sulit muncul. Tapi, anda harus waspada jika muncul tanda dan gejala miom seperti :

  • Rasa sakit atau nyeri pada bagian perut atau punggung bawah.
  • Masa menstruasi menyakitkan atau berlebih.
  • Gejala anemia karena kehilangan darah haid.
  • Pendarahan di luar darah haid.
  • Rasa nyeri ketika berhubungan badan.
  • Perut yang terasa penuh dan kadang membesar seperti wanita hamil.
  • Sering buang air kecil.
  • Mengalami konstipasi.
  • Keguguran, mengalami kemandulan, atau bermasalah pada masa kehamilan (tapi sangat jarang terjadi).

Apabila anda mengalami beberapa tanda dan gejala seperti diatas dan berlangsung cukup lama, segera konsultasikan dengan dokter 🙂

Baca Juga :

Penyebab Batuk Berdarah Yang Perlu Diwaspadai

Kenali Perbedaan Tumor Otak Pada Anak dan Dewasa

Penyebab Batuk Berdarah Yang Perlu Diwaspadai

Penyakit Tumor – sama seperti muntah darah, batuk berdarah juga sering diindikasikan sebagai adanya penyakit berbahaya dalam tubuh kita. Definisi dari batuk berdarah ialah keluarnya dahak yang berupa darah ketika batuk. Dalam istilah medis, batuk berdarah ini dikenal dengan nama hemoptisis atau hemoptoe.

Meskipun sama-sama mengeluarkan darah dari mulut, batuk berdarah sangat berbeda dengan muntah darah. Selain itu, batuk darah juga tidak bisa disamakan dengan pendarahan yang terjadi di mulut ataupun di area kerongkongan.

batuk berdarah

Ciri-ciri batuk berdarah ialah darah yang dikeluarkan berwarna merah dan masih segar. Kadang warna darah bisa seperti merah karat. Dan darah yang keluar dari mulut ketika batuk berupa lendir atau hanya sedikit bercak saja. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab batuk berdarah. Dan yang paling umum penyebab dari batuk berdarah ini karena adanya penyakit kronis dalam tubuh. Di bawah ini ada beberapa faktor yang menjadi penyebab seseorang mengalami batuk berdarah.

1. Infeksi
Penyakit pada paru-paru bisa disinyalir sebagai penyebab paling umum terjadinya batuk berdarah. Infeksi yang terjadi paru-paru ini disebabkan oleh virus TBC. Karena penyakit ini merupakan penyakit yang menular, maka penderita TBC sangat disarankan untuk berada di ruang isolasi khusus agar tidak menularkan ke orang lain.

2. Tumor
Penyakit Tumor yang tumbuh di sekitar paru-paru pada umumnya dikenal dengan tumor karsinoma paru. Tumor ini sangat berpotensi menyebabkan penderitanya mengalami batuk berdarah.

3. Bronkitis
Ini merupakan infeksi pada saluran udara utama yang berada di paru-paru atau bronkus. Bronkitis ini menyebabkan peradangan atau inflamasi di saluran udara. Bronkitis merupakan salah satu penyakit pernapasan yang cukup kronis. Kondisi penderita bronkitis yang semakin parah ditandai dengan gejala batuk berdarah.

4. Kanker paru-paru
Penyebab batuk berdarah juga bisa karena kanker paru-paru yang biasanya terjadi untuk menunjukkan gejala awal dari kanker paru-paru itu sendiri.

5. Penyakit kardiovaskular
Batuk berdarah juga bisa mengindikasikan suatu penyakit kardiovaskular dalam tubuh. Batuk berdarah merupakan sebuah indikasi dari adanya penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung, aneuremia, toraksis, mitral stenosil, dan maformasi arteriovenouns dan lain sebagainya.

Penyebab batuk berdarah lainnya seperti penyakit autoimun, kelainan pembuluh darah, emboli paru, kelainan hematologi, iritasi tenggorokan, atau trauma tertentu. Apapun penyebabnya harus ditangani dengan penanganan yang serius. Karena kita tidak pernah tahu apakah batuk berdarah ini disebabkan karena penyakit berbahaya atau bukan jika kita tidak melakukan pemeriksaan medis secara rinci.

Dan ketika ada yang mengalami batuk berdarah, sebaiknya jangan terlalu panik. Tunggulah beberapa saat untuk melihat apakah kondisinya menjadi semaik membaik, karena mungkin saja itu hanya batuk berdahak biasa dan tidak disertai dengan darah. Tapi jika batuk berdahak disertai dengan rasa nyeri di dada, demam tinggi, batuk darah yang hilang-timbul dan keluar keringat yang berlebihan, maka harus segera kunjungi dokter. Semoga Bermanfaat:)

Beginilah Cara Pencegahan Kesemutan Pada Anak

Penyakit Tumor Anak – Kesemutan bukan hanya dialami oleh orang dewasa, tapi juga bisa dialami oleh anak-anak. Kesemutan atau secara medis disebut dengan parestesia diartikan sebagai sensasi terbakar, geli, atau mati rasa yang biasanya terasa ditangan, lengan, tungkai, atau kaki. Kesemutan pada anak biasanya tidak berbahaya, tapi itu bisa menjadi akibat dari sejumlah penyebab yang berbeda. Dalam beberapa kasus, kesemutan parah dan berkepanjangan bisa merupakan tanda dari kondisi yang mendasari lebih serius, terlebih jika kesemutan juga disertai dengan gejala lainnya.

Kesemutan yang sering dialami banyak orang pada umumnya bersifat sementara. Ini kerap terjadi saat ada penempatan tekanan yang terlalu lama pada bagian tubuh, sehingga memotong suplai darah ke saraf di daerah tersebut. Sebagai dampaknya, saraf menjadi sulit mengirimkan sinyal penting untuk otak. Parestesia disebabkan oleh gangguan pada fungsi neuron di jalur sensorik. Gangguan ini bisa terjadi pada sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang), akar saraf yang melekat pada tulang belakang, atau sistem saraf perifer (saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang).

kesemutan anak

Menempatkan berat badan pada bagian tubuh tertentu seperti saat berlutut, memakai sepatu atau kaos kaki ketat bisa berpotensi mengalami kesemutan. Kesemutan sementara akibat hal semacam ini bisa mereda dengan melonggarkan tekanan pada daerah yang terkena, guna memungkinkan suplai darah kembali berjalan normal. Dan dalam beberapa kasus, kesemutan bisa menjadi kondisi yang kronis.

Kesemutan kronis di kaki atau lengan selama periode waktu yang panjang pada umumnya menunjukkan beberapa tingkat kerusakan pada saraf. Dan ada beberapa penyebab kesemutan yang kurang umum diantaranya :

  • Carpal tunnel syndrome, yakni kondisi yang disebabkan oleh saraf terjepit pada pergelangan tangan.
  • Gangguan metabolisme atau gizi, seperti diabetes, hipotiroidisme (kelenjar tiroid kurang aktif), malnutrisi, dan kekurangan vitamin B12.
  • Gangguan sistem saraf pusat, seperti terkena stroke, tumor otak, multiple sclerosis, atau luka yang menghancurkan, memutuskan, atau menarik saraf.
  • Penyakit jaringan ikat seperti arthritis dan systemic lupus erythematosus (penyakit peradangan kronis yang mempengaruhi banyak sistem tubuh, termasuk sistem saraf).
  • Toksin, seperti logam berat(arsenik, timbal, dan merkuri), obat antibiotik tertentu, obat kemoterapi, dan overdosis pyridoxine (vitamin B6).
  • Tumor Ganas.
  • Infeksi, seperti human immunodeficiency virus (HIV) dan penyakit kista.
  • Penyakit keturunan, seperti Denny-Brown’s syndrome (gangguan pada akar saraf).

Gejala lain mungkin menyertai parestesia, tergantung pada jenis dan tingkat keparahan gangguan itu sendiri yang mendasari kesemutan, jadi kesemutan ini tidak boleh diremehkan. Kesemutan yang berlangsung lebih dari beberapa menit, perlu segera diperiksakan agar bisa segera mendapat evaluasi medis lebih lanjut.

Pencegahan Kesemutan

Pencegah Kesemutan Anak – Belum diketahui secara pasti apakah kesemutan bisa dicegah atau tidak, namun pada umumnya mencegah gangguan yang mendasari bisa mengurangi timbulnya parestesia. Ini bisa dilakukan dengan mendorong anak untuk hidup sehat dan melakukan beberapa modifikasi gaya hidup untuk mencegah hambatan atau gangguan pada saraf, dengan cara:

  1. Pola makan yang sehat dengan meningkatkan konsumsi buah dan sayuran yang kaya akan vitamin dan mineral.
  2. Hal ini berperan dalam pembentukan sistem daya tahan tubuh yang kuat sehingga tubuh bisa lebih terlindungi dari ancaman penyakit seperti infeksi.
  3. Gaya hidup aktif dengan rutin berolahraga secara teratur.
  4. Cukup istirahat setiap harinya.
  5. Tidak memakai pakaian, sepatu, atau kaos kaki ketat yang berpotensi menekan saraf dan mengganggu aliran darah.
  6. Menghindari paparan racun.
  7. Hindari duduk dengan melipatkan kaki terlalu lama.
  8. Memperbaiki postur tubuh.
  9. Segera mencari perhatian medis jika mengalami kesemutan yang tidak biasa.

Penyakit Polip Hidung Penyebab Dan Ciri-Cirinya

polip hidung 2

Penyakit Polip Hidung – Polip hidung merupakan suatu kondisi dimana terjadi peradangan yang bisa mengakibatkan benjolan daging atau tumor yang mempunyai cabang pada rongga hidung yang bisa mengakibatkan tonjolan dan masuk dalam lumen. Penyakit polip bisa mengganggu pernafasan. Pada umumnya memang penyakit polip terjadi pada hidung dan biasa disebut polip hidung. Tapi demikian polip hidung bisa terjadi pada organ lainnya seperti rahim wanita, usus atai yang lain. Polip yang tumbuh berupa pembesaran jaringan epitel yang terjadi secara berlebihan. Polip sendiri bisa digolongkan ke dalam polip yang jinak atau ganas. Dan tentunya penanganannya pun akan berbeda antara polip hidung dengan polip yang ada di organ tubuh yang lainnya.

Penyebab Penyakit Polip Hidung

Penyebab penyakit polip hidung ini cukup beragam, namun ada beberapa hal yang bisa memicu terjadinya polip pada hidung antara lain :

  • Adanya penyakit sinusitis yang berlangsung lama bahkan sampai menahun.
  • Adanya alergi di mukosa hidung yang berlangsung lama.
  • Adanya sumbatan hidung disebabkan karena adanya kelainan antomi yang mempersempit rongga pada hidung.
  • Terjadinya pembesaran di konka.
  • Adanya iritasi.

polip hidung 3

Ciri-Ciri Polip Hidung

Penderita polip hidung ini biasanya dideteksi dari ciri-ciri yang biasanya nampak dan dialami oleh penderitanya. Ciri-ciri Polip Hidung meliputi:

  • Sering merasakan sakit kepala berkepanjangan.
  • Hidung menjadi mampet.
  • Gatal-gatal pada rongga hidung.
  • Suara menjadi bindeng.
  • Menurunnya indera penciuman.
  • Pilek yang terjadi dan berlangsung secara berkepanjangan dan tidak kunjung sembuh.

Untuk pengobatannya bisa dilakukan sendiri atau dengan melakukan perawatan medis baik dengan obat ataupun dengan operasi jika penyakit sudah parah. Pengobatan secara alami dengan bahan herbal tradisional atau bisa juga dijadikan alternative untuk mengobati penyakit polip. Menjaga pola hidup yang sehat seperti memakan makanan yang bergizi, menghentikan kebiasaan yang tidak sehat, berolahraga dengan teratur dan sehat juga istirahat yang cukup agar terhindar dari penyakit-penyakit yang tidak diinginkan seperti polip hidung.

Memperdalam Tentang Penyakit Tumor Hati Pada Anak

Penyakit Tumor Anak Tumor hati pada anak bisa bersifat jinak dan ganas, dan bisa primer atau merupakan metastase dari organ lain. Tumor hati primer ini jarang terjadi pada anak, ada kurang lebih 3% dari seluruh tumor pada anak. Dan kira-kira 50-60% dari tumor hati pada anak merupakan keganasan, lebih dari 65% diantaranya ialah hepatoblastoma. Tumor ganas lainnya yang juga sering di dapatkan pada anak ialah karsinoma hepatoseluler.

tumor-hati-anakPenyebab tumor hati ini masih dikatakan belum jelas. Tumor yang ditemukan sejak lahir yang pada umumnya bersifat jinak diantaranya hamartoma, hemangioma, dan hemangioendotelioma. Ada dua jenis tumor ganas yang sering didapatkan pada anak diantaranya hepatoblastoma dan karsinoma hepatoseluler. Hepatoblastoma banyak ditemukan di bawah usia 3 tahun dan dikaitkan dengan kelainan genetik yakni hilangnya heterosigositas pada kromosom 11p15 yang berakibat pada gangguan gen supresi tumor. Hepatoblastoma juga biasa berhubungan dengan adanya sindroma Beckwith-Weidemann, gigantism, macroglossia, microcephaly, dan viceromegaly. Karsinoma hepatoseluler pada anak bisa ditemukan sejak lahir sampai usia 19 tahun, biasanya berkaitan dengan infeksi hepatitis B ataupun C, tirosinemia herediter tipe kronis, penyakit glycogen storage, defisiensi a1, antitripsin, dan sirosis bilier.

Gejala Klinis Tumor Hati Pada Anak

Gejala Tumor Hati Pada Anak sangat bervariasi dan berbeda-beda pada setiap penderita karena bergantung pada ukuran dan jenis tumor, kadang juga gejala diakibatkan metastase tumor. Beberapa gejala yang sering ditemukan diantaranya:

  • Masa abdomen yang besar, atau pembesaran perut
  • Nyeri perut kanan
  • Nafsu makan menurun, penurunan berat badan
  • Muntah
  • Ikterus
  • Panas
  • Gatal-gatal pada kulit
  • Anemia
  • Nyeri punggung akibat penekanan tumor

Diagnosis Tumor hati

Selain anamnesis dan pemeriksaan fisik yang lengkap, beberapa pemeriksaan penunjang juga diperlukan dalam menegakkan diagnosis tumor hati pada anak dan metastasenya meliputi:
Laboratorium : darah lengkap, kimia darah, tes fungsi hati dan ginjal, serologi hepatitis B dan C, a-fetoprotein/AFP (juga untuk monitoring terapi)
– Biopsi hati untuk pemeriksaan histopatologi
– Radiologi : Foto plus dada, USG/USG Doppler, CT-scan/MRI
Selain menentukan diagnosis tumor hati, perlu diperhatikan juga penentuan stadium dari tumor tersebut terutama pada tipe ganas. Penentuan stadium sangat berguna dalam pengobatan dan mengetahui prognosisnya. Ada beberapa metode penentuan stadium tumor hati pada anak, salah satunya seperti berikut:

Stadium I : Tumor bisa diangkat lengkap dengan pembedahan
Stadium II : Tumor bisa diangkat dengan pembedahan tapi masih meninggalkan sedikit sisa
Stadium III : Tumor tidak bisa diangkat secara lengkap dengan pembedahan dan didapatkan penyebaran pada kelenjar getah bening disekitarnya
Stadium IV : Tumor sudah menyebar ke organ tubuh lain
Kambuhan : Tumor muncul lagi setelah pengobatan baik dihati ataupun organ lain.

Diagnosis Banding

  • Abses hati
  • Neuroblastoma
  • Tumor wilms
  • Kolestasis/sirosis hati

Penatalaksanaan Tumor Hati

Penatalaksanaan tumor hati pada anak tergantung dari jenis dan stadium tumor, usia, dan kondisi fisik penderita. Pada tumor jinak biasanya dilakukan pembedahan untuk mengangkat tumor tanpa disertai pengobatan yang lainnya. Pada tumor ganas diperlukan kerjasama dengan dokter bedah anak dan ahli onkologi anak. Pengobatan biasanya merupakan kombinasi antara:

  • Pembedahan
  • Kemoterapi
  • Radioterapi
  • Transplantasi hati

Pengobatan berdasarkan jenis dan stadium tumor

  • Hepatoblastoma stadium I dan II : Pengangkatan tumor dan diikuti dengan kemoterapi 4 seri menggunakan cisplatin, vincristine dan fluorouracil.
  • Karsinoma hepatoseluler stadium I dan II : Pengangkatan tumor diikuti kemoterapi cisplatin dan atau doxorubicin.
  • Hepatoblastoma stadium III dan IV : Beberapa alternatif pengobatan yang bisa dilakukan :
  1. Kemoterapi untuk mengurangi ukuran tumor dilanjutkan pengangkatan sebanyak mungkin tumor dan ditutup kemoterapi lagi.
  2. Pembedahan metastase tumor di paru.
  3. Kemoterapi.
  4. Radioterapi diikuti pembedahan.
  5. Penyuntikan obat kemoterapi langsung ke pembuluh darah hati.
  6. Kemoterapi dan kemoembolisasi
  7. Transplantasi hati.
  • Karsinoma hepatoseluler stadium III dan IV : pengurangan ukuran tumor dengan menggunakan kemoterapi cisplatin dengan vincristine/fluorouracil atau doxorubicin dilanjutkan dengan pengangkatan tumor sebanyak mungkin.
  • Kambuhan : Dilakukan pengobatan ulang berdasarkan pengobatan selanjutnya.

Selain pengobatan terhadap tumornya perlu juga dilakukan pengobatan suportif dengan mencegah dan mengobati infeksi, efek samping pengobatan dan komplikasinya, serta memberikan rasa nyaman pada penderita selama pengobatan. Perlu dilakukan pengamatan secara berkala untuk memonitor respon terhadap pengobatan dan mewaspadai efek samping jangka panjang dari pengobatan.

Prognosis
Anak dengan tumor hati jinak biasanya tidak akan mendapatkan masalah di kemudian hari setelah tumor diangkat. Prognosis tumor hati ganas bervariasi pada masing-masing penderita. Diagnosis yang cepat dan tepat serta terapi yang progesit penting untuk mendapatkan prognosis yang terbaik untuk penderitanya. Masih perlu dikembangkan metode pengobatan baru yang bisa meningkatkan keberhasilan terapi dan menekan efek samping sekecil mungkin. Semoga bermanfaat:)

Kanker Tulang Di Kaki Dan Tahap Pengobatannya

Gejala tumor tulang kaki – Gejala kanker tulang biasanya muncul ketika kanker sudah ada pada tahapan lanjut. Dan akan lebih parah lagi ketika gejala kanker tulang yang bisa timbul umumnya seperti gejala penyakit ringan biasa. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai kanker tulang pada kaki, kita akan mengenal terlebih dahulu mengenai apa itu kanker dan bagaimana pula dengan kanker tulang.

Kanker merupakan istilah umum yang mencakup sekelompok penyakit dimana sel-sel abnormal membelah tanpa sebab dan tidak terkontrol yang bisa menyerang dan merugikan jaringan lain. Ada berbagai jenis kanker yang bisa terjadi dan sebagian dari jenis kanker itu diberi nama sesuai dengan daerah yang mereka pengaruhi. Dan khusus untuk kanker tulang ini diistilahkan dengan sarkoma.

Kanker yang dimulai pada tulang dikenal sebagai kanker tulang primer, sementara untuk kanker yang menyebar ke tulang tapi itu berasal dari tempat lain diistilahkan dengan kanker tulang sekunder. Pada dunia kedokteran, jenis kanker tulang yang sering menyerang tulang manusia ialah Osteosarcoma, Chondrosarcoma, dan Sarcoma ewing.

kanker-tulang-kakiOsteosarcoma ini mempengaruhi jaringan osteoid, bagian yang rumot dari tulang dan umumnya sering ditemukan pada tulang lengan atas dan lutut. Chondrosarcoma merupakan kanker yang dimulai dalam jaringan tulang rawan yang melapisi ujung tulang dan bantalan sendi. Chondrosarcoma ini paling sering terlihat mempengaruhi panggul, tungkai atas dan bahu. Sedangkan Ewing yang pada umumnya mempengaruhi tulang juga bisa menginfeksi jaringan saraf di sekitarnya, seperti di kaki, lengan atau panggul. Dari ketiga jenis kanker tulang tersebut, Sarcoma ewing dan Osteosarcoma paling sering terlihat antara 10-25 tahun, sementara Chondrosarcoma paling sering terlihat pada pasien yang lebih tua.

Baca Juga : Kenali Gejala Awal Penyakit Tumor Ganas Tulang (Kanker)

Pengobatan kanker Tulang ini diawali dengan diagnosa dokter sepertu X-ray, CT Scan dan MRI. Jika hasil tes ini ditemukan tumor, langkah berikutnya kemungkinan melakukan biopsi untuk mengetahui apakah tumor jinak atau ganas. Pengobatan juga bisa ditempuh melalui tindak pendekatan diantaranya bedah, kemoterapi, dan radiasi.

Bedah berfokus untuk menghilangkan tumor. Setelah operasi, mungkin ada tes berkala untuk memastikan bahwa tidak ada sel kanker yang tertinggal. Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk menangkap pertumbuhan atau membunuh sel-sel kanker. Terapi radiasi menggunakan sinar-X energi tinggi diarahkan pada situs kanker untuk membunuh sel kanker. Tapi, ketiga metode ini bisa memberikan efek samping.

Efek samping dari prosedur bedah mungkin tidak sepenuhnya bisa menghilangkan tumor, kemoterapi menggunakan obat-obatan yang keras dan kuat bisa mempengaruhi proses tubuh yang normal, dan radiasi bisa menyebabkan kelelahan, kehilangan nafsu makan dan mempengaruhi jaringan di sekitarnya.

Meskipun gejala kanker tulang di kaki tidak selalu mudah untuk diidentikasi, penting bagi anda untuk memperhatikan tanda-tanda peringatan. Semoga Bermanfaat:))

Kenali Sejak Dini Penyakit Tumor Tulang Ganas Dan Jinak

Obat Herbal Tumor | Tumor merupakan pertumbuhan sel baru, yang abnormal, progesif, dimana sel-selnya tidak pernah menjadi dewasa. Angka kejadian Tumor tulang jika dibandingkan dengan jenis tumor lain memang kecil, yakni sekitar kurang lebih 1% dari seluruh tumor tubuh manusia. Tumor bisa bersifat ganas jika tumor memiliki kemampuan untuk menyebar ke tempat lain, dan tumor dikatakan jinak jika tidak mampu untuk bermetastasis.

kanker-tulangPenyakit Tumor tulang primer merupakan tumor tulang dimana sel tumornya berasal dari sel-sel yang membentuk jaringan tulang, sedangkan tumor tulang sekunder merupakan anak sebar tumor ganas organ non-tulang yang bermetastasis ke tulang.

Menurut penilaian klinis, radiologis dan histopatologis yang cermat dari masing-masing tumor tulang, maka bisa ditentukan staging tumor tersebut. Staging ini berlaku untuk tumor jinak dan tumor ganas tulang. Sistem staging yang digunakan untuk tumor tulang yakni Surgical Staging System dari Enneking. Untuk Tumor Ganas ada 3 tingkat stadium yakni:
** Stadium 1, jika derajat keganasannya rendah.
** Stadium 2, artinya tumor memiliki derajat keganasan tinggi.
** Stadium 3, tumor sudah menyebar.

Tumor Tulang Ganas

Tumor tulang ganas merupakan istilah lain dari kanker tulang yang merupakan massa atau pertumbuhan tulang cenderung meningkat pesat dalam hal ukuran dan bahkan sering menyebar ke bagian tubuh yang lainnya. Kanker tulang ini biasanya dimulai dari jaringan normal yang berubah karena beberapa kombinasi faktor genetik dan lingkungan, juga mulai terlihat berkembang pesat.

Kanker tulang ini cenderung tumbuh tidak terkendali dan menyebar dengan cepat dan mungkin bisa memberikan rasa sakit. Tumor tulang ini bisa menyebabkan nyeri malam hari yang tidak berhubungan dengan aktivitas. Salah satu cara untuk mengevaluasi kanker ialah dengan “grade”. Istilah grade ini diberikan oleh ahli patologi yang memandang jaringan tumor dibiopsi di bawah mikroskop dan menentukan seberapa cepat sel-sel membagi dan juga bagaimana sel-sel yang tidak biasa muncul.

Kanker yang sudah perlahan-lahan membagi sel-sel biasa disebut juga sebagai “tumor tingkat rendah”. Low grade tumor ini memiliki kemampuan rendah untuk menyebar ke bagian lain dari tubuh dan cenderung kambuh setelah dibuang. Tumor grade yang lebih tinggi disisi lain cenderung terlihat sangat biasa saat diamati di bawah mikroskop dan juga mengalihkan cukup pesat. Hal ini mempunyai kemungkinan lebih tinggi untuk menyebar ke bagian lain dari tubuh dan juga kemungkinan lebih tinggi berulang setelah pembedahan. Beberapa contoh umum jenis tumor tulang ganas:

  • Chondrosarcoma
  • Osteosarcoma
  • Ewings Sarkoma

tumor-tulang

Tumor Tulang Jinak

Tumor tulang jinak merupakan pertumbuhan non kanker. Ini cenderung kurang agresif dari kanker dam memiliki sedikit atau bahka tidak ada kemungkinan untuk menyebar ke bagian tubuh yang lain. Karena tumor ini cenderung tumbuh lambat atau bahkan tidak sama sekali.

Tumor tulang jinak bisa menyebabkan penipisan tulang dan meningkatkan kemungkinan bahwa tulang bisa pecah. Dalam jaringan lunak, bisa menyebabkan gejala kompresi pada saraf dan pembuluh darah.

Tumor tulang jinak ini sering ditemukan x-ray diambil untuk nyeri lutut bisa menunjukkan tumor jinak yang sudah ada sejak kecil. Pada umumnya, tumor jinak tidak mengancam nyawa. Bagaimanaoun juga bisa menyebabkan masalah yang berkaitan dengan efek massa atau penipisan tulang. Contoh jenis-jenis tumor jinak jaringan lunak:

  • Hemangioma
  • Lipoma
  • Kista ganglion

Contoh jenis tumor tulang jinak

  • Osteoid osteoma
  • Kista tulang aneurisma
  • Tumor tulang raksasa