Jenis Tumor Jinak Yang Menyerang Daerah Kulit

Tumor Jinak Pada Kulit

Tumor Kulit

Jenis Tumor Jinak Yang Menyerang Daerah Kulit – Tumor jinak merupakan tumor ringan, artinya tidak memiliki kemampuan untuk berkembang. Memang kebanyakan dari tumor jinak tidak berbahaya bagi kesehatan, namun ada juga tumor yang bisa berevolusi menjadi tumor ganas meskipun sedikit kemungkinannya.

Pada umumnya istilah tumor dikaitkan dengan adanya benjolan pada bagian tertentu. Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang tumor pada bagian kulit. Tumor ini terbagi menjadi 3 jenis yaitu jinak, pra kanker, dan ganas. Ternyata tumor jinak pada kulit hampir kebanyakan orang memilikinya. Namun jangan khawatir, karena tumor yang sering tumbuh pada kebanyakan orang ini tidak mengakibatkan hal yang buruk seperti halnya dengan tahi lalat. Ada 2 jenis tumor jinak pada kulit. Mari kita bahas satu persatu.

1. Tahi Lalat

Tahi Lalat

Tahi lalat ( nevus pigmentosus ), merupakan adanya pertumbuhan pada kulit yang disebabkan oleh faktor dari dalam atau luar. Faktor dari dalam meliputi keturunan, daya tahan tubuh, ras, dan warna kulit. Faktor dari luar diantaranya sinar matahari, polusi udara, makanan, dll.

Warna tahi lalat yang sering kita temui yaitu berwarna hitam, namun ada juga yang berwarna kecoklatan. Tahi lalat ini ada yang bersifat timbul  (  menonjol ) ada juga yang datar saja. Pertumbuhannya bisa di organ tubuh mana saja seperti pada daerah wajah, paha, tangan, dll.

Pada usia tua, tahi lalat merupakan indikasi terjadinya penumpukan pigmen atau zat pewarna kulit pada bagian bawah kulit yang terjadi sejak janin. Maka jangan heran ketika seseorang menginjak usia tua, biasanya tahi lalatnya tumbuh semakin banyak yang disebabkan oleh menumpuknya pigmen.

Pada dasarnya tahi lalat tidak berbahaya. Namun jangan salah, karena ada beberapa jenis tahi lalat yang perlu diwaspadai. Tahi lalat tersebut mampu berubah menjadi kanker kulit yang tentunya sangat berbahaya bagi kesehatan. Untuk mengetahui apakah tahi lalat tersebut berbahaya atau tidak, perlu adanya diagnosa dengan memperhatikan aspek ABCD( Asymmetri, Border, Colour, Diameter ). Berikut ini adalah perbedaan tahi lalat normal dan tidak normal

Tahi lalat Normal

  • Asymmetri – Berbentuk bulat dan beraturan
  • Border – Pada daerah pinggirnya cenderung rata dan tidak ada tonjolan
  • Colour – Pada satu tahi lalat berwarna sama, seperti hitam ya hitam semua.
  • Diamter – Tahi lalat yang normal berdiameter kurang dari 7mm

Tahi Lalat Tidak Normal

  • Asymmetri – Tumbuh tidak beraturan dan tidak simetris
  • Border – Pada daerah pinggirnya bergerigi, menonjol atau keras
  • Colour – Terdapat bermacam – macam warna dalam satu tahi lalat.
  • Diameter – Ukuran tahi lalat biasanya lebih besar, diameternya melebihi 7mm dan cenderung terus bertambah besar.

Maka dari itu apabila menemukan gejala seperti tahi lalat yang tidak normal, segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit karena bisa saja itu mengindikasikan terjadinya kanker kulit. Perlu di ingat bahwa sel kanker sangat berbahaya, bisa menyebar dan berkembang biak dalam waktu yang singkat.

2. Keratosis Seboroik

Keratosis Seboroik

Keratosis seboroik adalah tumor jinak kulit yang sering di temukan pada orang tua dengan gejala klinis berupa adanya tumor kecil berwarna hitam yang menonjol di atas permukaan kulit.

Keratosis seboroik bisa tumbuh semakin banyak atau semakin besar karena beberapa hal, seperti bertambahnya usia. Mungkin kita pernah melihat orang tua yang di wajahnya banyak terdapat benjolan datar yang sebagiannya membesar atau melebar. Penyebab lainnya yaitu dikarenakan paparan sinar matahari yang mempengaruhi hormon, atau bisa juga karena kekurangan asupan gizi ( buah – buahan dan sayur – sayuran ).

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya penyakit adalah :

  • Infeksi kronik dapat mempercepat timbulnya penyakit.
  • mereka yang memliki kulit berwarna lebih gelap biasanya memiliki resiko tinggi terkena keratosis seborika.
  • Sinar matahari

Apabila penyakit ini dan bertambah banyak atau bertambah besar maka segeralah konsultasi dengan dokter spesialis kulit. Biasanya dokter melakukan pembedahan dengan bedah listrik untuk mengikis bintik – bintik denga alat yang berbentuk seperti bolpoin yang dialiri listrik.

Baca Juga : Perbedaan Tumor dan Kanker

Posted by : AhliTumor.Com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *