Tanaman Lidah Buaya Yang Bisa Mengobati Tumor Ganas

Obat Herbal Tumor Ganas | Lidah buaya atau aloe vera merupakan tanaman pendek dengan daun yang berdaging dan mempunyai banyak kandungan air. Jika memiliki tujuan untuk menyembuhkan, lidah buaya ini bisa digunakan baik secara internal ataupun secara eksternal.

Berbagai senyawa kimia seperti lektin, acemannan, polisakarida, antrakuimon bersama dengan vitamin C. asam amino, germanium, dan lainnya yang terkandung dalam lidah buaya membuatnya mempunyai banyak manfaat seperti untuk memelihara dan mengencangkan kulit kering, memperbaiki pembuluh darah, hati, lambung, dan juga ginjal, serta mengobati berbagai gangguan seperti diverticulitis, maag, asma dan mulas.

Tanaman ini juga bisa membantu dalam penyembuhan luka. Dan banyak para peneliti yang mengklaim lidah buaya mempunyai kekuatan untuk menyembuhkan HIV/AIDS. Jadi tidak heran jika tanaman ini juga bisa membantu dalam proses pengobatan tumor ganas atau kanker.

lidah-buaya-untuk-kanker

Lidah buaya dengan tumor ganas atau kanker

Manfaat lidah buaya untuk kanker | Meski seringkali mematikan, deteksi dini yang dikombinasikan dengan makanan dan perawatan yang tepat bisa membantu penderita kanker berjuang untuk melawan penyakit ganas tersebut. Dan salah satu jenis pengobatan yang dilakukan oleh penderita tumor ganas adalah kemoterapi.

Nah lidah buaya ini bisa dikombinasikan dengan pengobatan kemoterapi untuk memperbesar efektivitasnya dalam melawan kanker. Lidah buaya juga dipercaya bisa membantu penyerapan vitamin C dan antioksidan sehingga diyakini bisa membantu prosedur pengobatan kanker.

Cara Lidah Buaya Membantu Prosedur Kemoterapi

Meskipun dikenal efektif dalam membasmi kanker, kemoterapi ini tidak bisa membedakan antara sel kanker dengan sel sehat. Hal ini akan mengakibatkan sel sehat menjadi berpeluang ikut rusak setelah terkena paparan kemoterapi. Dan pada situasi seperti ini, lidah buaya berperan sebagai agen penenang yang berguna untuk meminimalkan kerusakan karena kemoterapi.

Efek pada sistem kekebalan tubuh

Penyakit Tumor ganas atau kanker antara lain muncul karena lemahnya sistem kekebalan tubuh sehingga tidak bisa mencegah pertumbuhan sel yang abnormal dan merugikan. Selain memperkuat sistem kekebalan tubuh, lidah buaya juga dikenal sebagai penetralisir racun yang efektif.

Kandungan acemannan pada lidah buaya ini bisa meningkatkan produksi limfosit yang akan mencegah kanker menyebar ke sel-sel sehat. Lidah buaya juga bisa memperlambat pertumbuhan kanker karena mengandung lektin dan emodines yang merupakan dua bahan kimia anti-tumor.

Cara mengkonsumsi lidah buaya

Lidah buaya ini tidak harus digunakan dalam bentuk segar, tapi justru bisa digunakan dalam bentuk lain seperti gel, kapsul, krim atau minuman.

jus-lidah-buaya

Minuman jus lidah buaya
Dengan rutin mengkonsumsi jus lidah buaya diyakini bisa membantu mencegah produksi sel-sel kanker dalam tubuh. Dan bagi penderita kanker, jus lidah buaya ini bermanfaat untuk meminimalkan efek negatif radioterapi. Jus lidah buaya terbukti membantu pengobatan berbagai kanker seperti kanker payudara, kanker ovarium, kanker darah. Selain itu, jus lidah buaya juga bisa membantu mengoptimalkan kinerja sistem pencernaan. Minuman ini juga mempunyai efek anti-inflamasi yang membantu meringankan berbagai efek negatif prosedur pengobatan kanker.

Dengan krim lidah buaya
Krim lidah buaya juga cocok digunakan untuk mengurangi gatal pada kulit karena psoriasis atau sejenis kanker kulit. Krim ini juga berfungsi melindungi kulit dari kerusakan yang disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet.

Dan meskipun mempunyai banyak manfaat, lidah buaya ini hanya berfungsi sebagai penunjang yang membantu pengobatan utama kanker. Dan tidak semua orang cocok menggunakan lidah buaya. Jadi tetaplah waspada dan segera kunjungi dokter jika muncul reaksi pada tubuh. Semoga Bermanfaat:))

Fakta-Fakta Tumor Fibroid Yang Belum Banyak Diketahui

Obat Tumor | Seringkali kaum wanita mengabaikan kesehatan mereka mengenai dengan organ intim. Bahkan ada banyak yang belum mengetahui apa saja penyakit berbahaya yang bisa menyerang organ kewanitaan, seperti salah satu contohnya miom atau tumor fibroid. Padahal lebih dari 70% wanita bisa mengalami penyakit yang menyerang organ kewanitaannya.

Miom juga menjadi salah satu penyakit yang cukup banyak dialami oleh wanita. Tapi masih belum banyak yang mengetahui fakta-fakta tentang tumor fibroid  ini.

Fakta-Fakta Tumor Fibroid Yang Belum Banyak Diketahui

fakta-penyakit-miom

Tumor Fibroid Merupakan Salah Satu Penyakit Umum
Yang dimaksud dengan penyakit umum ialah karena seringnya penyakit ini terjadi pada wanita. Salah satu penelitian menemukan 70-80% wanita yang sudah mencapai usia 50 tahun ke atas mengalami miom atau tumor fibroid ini. Banyak juga wanita yang bahkan terkena miom ketika berusia 40 tahunan.

Miom Bukan Termasuk Kanker
Karena miom atau fiborid ini merupakan tumor yang tidak berkembang menjadi kanker. Tetapi miom ini memberikan gejala yang hampir sama dengan kanker uterus langka yang disebut dengan sarcoma. Dan juga miom bisa diangkat dengan jalan operasi.

Banyak wanita Yang Tidak Menunjukkan Gejala
Miom ini bisa terjadi pada setiap wanita tapi tidak menunjukkan gejala yang aneh, artinya ini memerlukan penanganan medis. Tapi selama tidak menimbulkan ketidaknyamanan terhadap tubuh, kamu tidak memerlukan pengobatan untuk miom ini.

Penyakit Miom Bisa Membuat Wanita Melakukan Pengangkatan Rahim
Meskipun tumor fiborid ini termasuk tumor jinak, tapi ada 200.000 kasus miom di Amerika diikuti dengan keputusan histerektomi atau pengangkatan rahim. Keputusan ini tergantung dari seperti apa kondisi miom yang sudah menjalar pada area rahim, ini karena miom seringkali menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.

Tidak Selalu Berkahir Dengan Pengangkatan Rahim
Karena ada banyak penanganan medis dan terapi yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan rahim tanpa harus mengangkatnya. Seperti misalnya terapi ultrasound, treatment hormon, laser dan lain sebagainya.

Penderita Miom Masih Bisa Hamil
Meskipun banyak wanita yang bisa hamil setelah pengangkatan miom, ada juga beberapa wanita yang akan menghadapi sulit untuk hamil. Beberapa jenis miom berbeda bisa memperkecil ukuran dan bentuk rahim, kadang-kadang itulah alasan dokter menyarankan operasi cecar untuk wanita yang pernah mengalami miom.

Gejala Umumnya Ialah Menstruasi Yang Panjang dan Berat
Kebanyakan penderita miom akan mengalami menstruasi yang menyakitkan dan berat. Ini bisa jadi pendarahan berjalan dengan deras yang terkadang keluar gumpalan darah. Situasi ini seringkali diikuti dengan kram pada area bawah perut, pinggang, dan bahkan rasa sakit ketika buang air kecil atau ketika berhubungan intim.

Belum diketahui Apa Penyebab Utamanya
Masih belum diketahui apa penyebab utama munculnya miom. Dan diduga miom ini dipengaruhi oleh tidak stabilnya hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh wanita. Terlebih ini seringkali terjadi pada wanita usia di atas 40-50 tahunan.

Orang Asia Lebih Kecil Beresiko Terserang Kanker
Meskipun tidak ada yang tahu kapan miom akan menyerang, tapi sepertinya sebagai warga Asia kita sedikit beruntung, karena wanita ras Afrika-Amerika lah yang memiliki potensi lebih besar untuk terserang miom jika dibandingkan dengan wanita Asia.

Itulah beberapa fakta tumor fibroid yang menjadi alasan bahwa wanita harus hati-hati dengan tumor satu ini. Semoga Bermanfaat :))

Kemoterapi Salah Satu Pengobatan Tumor Ganas

Pengobatan Tumor | Apa itu Kemoterapi? Pengertian Kemoterapi yang lebih sering disingkat dengan ‘kemo’ merupakan jenis pengobatan kanker yang menggunakan obat-obatan yang bisa mengahancurkan sel tumor ganas atau sel kanker.

kemoterapi

Cara Kerja Kemoterapi

Obat-obatan kemoterapi ini bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan dan pembelahan sel. Kemoterapi juga bisa mengenali sel kanker dengan cara mendeteksi kecepatan pertumbuhannya. Sel kanker tumbuh dan membelah diri dengan sangat cepat. Berdasarkan hal tersebut maka beberapa jenis sel dalam tubuh kita yang juga memiliki pertumbuhan yang cepat akan menjadi sasaran kemoterapi.

Tujuan Pengobatan Kemoterapi

  • Menyembuhkan, kemoterapi ini juga diberikan untuk menghancurkan semua sel kanker yang ada pada tubuh sehingga kanker tidak ada lagi bahkan tidak muncul lagi.
  • Mengontrol sel kanker, yang selanjutnya untuk mencegah sel kanker semakin meluas dan menyebar ke bagian tubuh yang lainnya.
  • Mengurangi gejala yang muncul karena kanker, kemoterapi juga selalu diharapkan bisa memperkecil ukuran tumor dan mengurangi gejala nyeri karena penekanan tumor.

Kadangkala kemoterapi juga digunakan sebagai pengobatan tunggal pada kanker. Selain itu, kemoterapi bisa digunakan sebagai terapi gabungan operasi, radioterapi, yang memiliki tujuan untuk:

  • Mengecilkan tumor agar mudah dalam melakukan tindakan bedah.
  • Menghancurkan sel tumor yang tersisa pasca pembedahan.
  • Meningkatkan efektivitas dari pemberian radiasi.
  • Menghancurkan sel kanker yang sudah menyebar ke organ tubuh yang lainnya.

Jadwal Pengobatan Kemoterapi

Jadwal pemberian kemoterapi sangat bervariasi tergantung dari jenis sel kanker dan tingkat keparahan penyakitnya. Kemoterapi juga biasanya diberikan pada beberapa siklus, setiap siklus bisa terdiri dari beberapa kali pemberian obat kemoterapi, dan antar siklus juga terdapat periode istirahat. Seperti contoh satu siklus terdiri dari 1 minggu pemberian kemoterapi setiap hari juga 3 minggu periode istirahat.

Bagaimana jika siklus ada yang terlewati?

Sebaiknya penderita mengikuti jadwal dan program kemoterapi ini tanpa terlambat bahkan terlewati. Tapi, kadangkala kemoterapi ditunda atau diganti dengan program kemoterapi yang baru tergantung dari respon tubuh terhadap efek samping kemoterapi tersebut.

Cara Pemberian Pengobatan Kemoterapi

  1. Injeksi (suntikan), jadi obat bisa disuntikkan pada otot lengan, paha, atau di bawah kulit.
  2. Intraarteri, obat kemoterapi bisa langsung dimasukkan melalui pembuluh darah arteri yang memberi makan si kanker tersebut.
  3. Intraperitoneal, obat kemoterapi yang diberikan melalui rongga perut.
  4. Intravena, obat kemoterapi yang melalui pembuluh darah vena.
  5. Topical, Kemoterapi yang diberikan dengan dioleskan dan digosokkan pada kulit.
  6. Oral, Obat kemoterapi yang diminum dalam bentuk pil, kapsul atau juga cair.

Efek samping yang dirasakan ketika kemoterapi

Kemoterapi merupakan bagian dari pengobatan tumor ganas (kanker) yang efektif, yang sudah terbukti menyelamatkan jutaan jiwa. Tapi kemoterapi ini mempunyai efek samping yang cukup besar.

Efek samping yang paling sering kemoterapi diantaranya letih dan lemas. Maka anda harus banyak beristirahat dan meminta bantuan untuk membantu mengerjakan pekerjaan sehari-hari. Perasaan mual dan muntah juga bisa diredakan dengan pemberian obat antimual-muntah. Di bawah ini ada gejala efek samping yang bisa terjadi akibat kemoterapi seperti:

  • Rambut rontok
  • Hilangnya nafsu makan
  • Sesak nafas dan detak jantung yang tidak biaa karena anemia
  • Mual, muntah, mimisan
  • Kulit kering, terasa perih dan mudah memar
  • Gusi berdarah
  • Insomnia atau sulit untuk tidur
  • Gairah seksual yang menurun
  • Rasa lelah dan lemah setiap hari
  • Mengalami konstipasi atau diare

Yang penting dan perlu diketahui, efek samping kemoterapi ini akan hilang setelah pengobatan tersebut selesai. Selama pengobatan kemoterapi, anda harus senantiasa berkonsultasi dengan dokter ketika akan mengkonsumsi obat-obatan lain seperti obat alergi, herba, pereda nyeri, atau lainnya. Hindari juga konsumsi minuman keras setidaknya selama masa kemoterapi.

Mengobati penyakit berbahaya seperti penyakit tumor ganas atau kanker ini memang tidaklah mudah, termasuk ketika memasuki pengobatan kemoterapi. Sebisa mungkin harus mengikuti perintah dokter dan menghindari hal-hal yang bisa beresiko mengganggu proses pengobatan untuk berjalan normal. Semoga Bermanfaat:))

Kenali Gejala Awal Tumor Ganas (Kanker) Pada Anak

Penyakit Tumor | Pengenalan kanker dini atau tumor ganas pada anak sangat penting dikuasai oleh dokter umum agar proses rujukan, diagnosis dan terapi tidak terlambat. Selain itu, orang tua juga perlu mengetahui tanda-tanda umum dan khusus untuk penyakit tumor ganas pada anak.

Penyakit Tumor Pada Anak | Gejala yang ditimbulkan oleh kanker ini disebabkan oleh pertumbuhan yang pesat dan terganggunya organ pada sekitar kanker. Bahkan kadang juga kanker tidak terdeteksi dini karena ukurannya yang belum terlalu besar dan tidak menimbulkan keluhan. Seiring dengan bertumbuhnya kanker, desakan terhadap organ sekitarnyapun terjadi sehingga menimbulkan gejala yang sesuai dengan organ yang di desaknya. Beda halnya dengan kanker otak, meskipun ukurannya masih kecil, tapi sudah memberikan gejala yang berarti.

Gejala-gejala Kanker Secara Umum

penyakit-tumor-pada-anakTurunnya berat badan
Menurunnya berat badan pada penderita kanker ini bisa terjadi secara drastis juga tidak berkaitan dengan sebab tertentu seperti bukan diabetes, bukan dalam program diet, dan lain sebagainya. Turunnya berat badan yang berlebihan karena kanker bisa terjadi seperti turun 5kg dalam waktu satu bulan.

Demam
Demam pada kanker juga biasanya tidak bisa dijelaskan penyebabnya. Demam pada penderita kanker juga biasanya disertai dengan gejala kanker lainnya yang biasa berlangsung cukup lama.

Mudah lelah atau kelelahan
Kelelahan pada penderita kanker ini tidak berkaitan dengan aktivitas berat. Penderita seringkali merasa lelah meskipun sudah beristirahat, dan kelelahan yang dirasakan tidak normal bahkan berlebihan.

Nyeri
Nyeri juga bisa menjadi tanda awal penyakit kanker tulang atau kanker testis. Sakit kepala pada kanker otak bisa diredakan dengan obat penahan sakit yang biasa, nyeri punggung juga bisa berkaitan dengan kanker usus besar atau ovarium.

Perubahan pada kulit
Perubahan pada kulit yang bisa lebih gelap, lebih merah atau kuning dan gatal.

Lalu kapan harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut?

  • Jika demam lebih dari 2 minggu tanpa sebab yang jelas.
  • Jika muntah lebih dari 7 hari yang juga tanpa penyebab yang jelas.
  • Kesulitan buang air besar lebih dari 1 bulan.
  • Batuk yang lebih dari 2 minggu tanpa sebab yang jelas.
  • Nyeri otot atau nyeri tulang lebih dari 2 minggu tanpa sebab yang jelas.
  • Sakit kepala yang mengganggu ketika tidur, tidak membaik jika tidur, dan bukan disebabkan karena migrain atau bahkan sakit kepala yang disertai dengan muntah.
  • Buang air kecil berdarah yang tidak diketahui penyebabnya meski sudah dilakukan pemeriksaan.
  • Pembesaran kelenjar getah bening yang tidak normal (banyak, besar, dan tidak tahu penyebabnya).

Gejala yang lebih spesifik berkaitan dengan letak kanker dan jenis kankernya. Di bawah ini ada beberapa kanker dan gejala yang sering ditemukan di Indonesia:

1. Leukimia
Leukimia ini merupakan kanker yang paling sering ditemukan pada anak yakni sekitar 30-40% dari seluruh jenis keganasan pada anak. Leukimia juga merupakan kanker sel darah putih dan memberikan gejala seperti nyeri pada tulang, nyeri sendi, perdarahan, demam, turun berat badan, bercak perdarahan pada kulit. Terapi yang biasa dilakukan oleh penderita leukimia ini adalah kemoterapi.

2. Tumor Otak
Tumor otak merupakan tumor padat pada anak menjelang dewasa terbanyak. Gejalanya tergantung dari bagian otak yang terserang tumor, seperti sakit kepala dan muntah, gangguan penglihatan, perubahan kepribadian, kelumpuhan, gangguan keseimbangan dan koordinasi. Pengobatannya sendiri tergantung dari jenis tumor, tumor bisa di operasi, kemoterapi dan juga radiasi.

3. Retinoblastoma
Atau kanker mata yang angka kejadian di Indonesia cukup tinggi yakni sekitar 11,8%. Gejala dini yang ditimbulkan berupa mata kucing (bundaran hitam yang di tengah berwarna putih), anak seperti juling dan kehilangan penglihatan. Tumor juga bisa tumbuh terus dan membesar menjadi benjolan pada mata. Pengobatannya yakni dengan pengangkatan tumor dan kemoterapi.

4. Osteosarkom
Kanker tulang yang biasa muncul pada masa pertumbuhan. Gejala awalnya berupa bengkak dan patah tulang karena cedera ringan. Bagian tubuh yang sering terserang yakni sekitar lutut, dan tidak jarang diperlukan amputasi. Tumor ini bisa di operasi, kemoterapi dan juga radiasi.

5. Neuroblastoma
Neuroblastoma merupakan kanker pada sel saraf yang biasanya di luar jaringan otak. Angka kejadian tumor ini di Indonesia sekitar 4,4%. Gejala yang muncul seperti benjolan di rongga perut, kebiruan di sekitar mata, benjolan-benjolan di kepala, kelumpuhan yang tiba-tiba. Dan cara pengobatannya dengan pengangkatan sel tumor dan kemoterapi.

6. Nefroblastom (wilms’tumor)
Yang merupakan kanker pada ginjal. angka kejadiannya sekitar 3,6% dari seluruh keganasan pada anak. Gejalanya berupa benjolan pada perut, perut yang semakin membesar. Pengobatannya dengan pengangkatan tumor dan juga kemoterapi.

Tumor Abdomen Jenis Tumor Yang Menyerang Anak

Penyakit Tumor Anak | Penyakit tumor anak menempati posisi sekitar 5% dari semua total pengidap tumor di dunia. Tapi untuk kecenderungan terjadinya keganasan pada anak hanya sekitar 2% dari seluruh pengindap keganasan pada semua usia. Seperti keganasan yang lainnya, tumor ganas ini juga bisa menyebabkan kematian. Dan salah satu tumor ganas yang bisa di derita oleh anak-anak yakni tumor abdomen.

Sebagian besar tumor abdomen tersusun dari neuroblastoma, limfoma pada abdomen, adanya hepatoma, tumor pada ovarium dan juga lain sebagainya. Anak yang mengalami tumor abdomen ini seringkali tidak mengeluhkan gejala sehingga jarang orang tua yang menyadari sejak awal adanya penyakit ini pada buah hatinya.

tumor-abdomen-pada-anak

Tapi meski demikian, ada tanda-tanda yang bisa dijadikan patokan awal untuk mewaspadai kemungkinan adanya tumor abdomen pada anak. Gejala yang mungkin bisa timbul seperti lemah, lesu, badan yang semakin kurus, sulit makan, muncul keringat yang berlebih, tidur yang gelisah, dan kadang diikuti dengan demam dan wajah yang pucat. Gejala nyeri pada perut bisa muncul pada kondisi yang sudah memasuki fase lanjut. Kandang juga anak mengeluh sakit pada bagian organ perut seperti halnya ditusuk-tusuk.

Untuk mengenal tumor abdomen pada anak diperlukan mengetahui jenis-jenis dari tumor abdomen. Ada beberapa macam tumor abdomen antara lain:

Teratoma, atau tumor yang di inisiasi dari sel germinativum dan berasal dari rongga abdomen. Dan umumnya teratoma ini terdapat pada ovarium dan bisa menimbulkan bentuk yang menyerupai kista atau kelompokan sel. Teratoma ini membentuk massa tumor yang cukup besar melalui pemeriksaan foto.
Rabdomiosarkoma, merupakan tumor yang berasal dari rongga pelvis atau yang berhubungan dengan saluran kemih. Dan tumor ini akan tumbuh mendesak ke arah abdomen sehingga menjadikan sakit pada abdomen ketika tumor sudah mulai membesar.
Limfoma Abdomen, yang bisa muncul di kelenjar getah bening di hati, limpa dan juga usus. Jika muncul di hati atau limpa akan menyebabkan hepatomegali atau splenomegali atau bahkan keduanya. Tapi jika muncul di usus, maka massa tumor akan menyebabkan obstruksi usus atau sebagai leading point untuk terjadinya intususepsi. Gejala yang bisa timbul seperti nyeri yang disertai dengan bengkak pada perut, perubahan kebiasaan buang air besar serta gejala obstruksi usus dan mual muntah.

Tumor abdomen ini bisa diobati dengan mengkonsumsi obat sitostatika atau obat kemoterapi yang lainnya. Tapi disarankan jika bisa diobati secara kemoterapi ditambah denga meningkatkan sistem imunitas anak, maka diharapkan Penyakit tumor ini bisa sembuh tanpa harus menjalankan operasi.

Tumor abdomen ini juga merupakan sepertiga dari seluruh tumor ganas pada anak. Gejala awal biasanya sulit dan hanya sebagian kecil saja yang bisa diketahui lebih cepat sedangkan sebagian besar tumor sudah bisa diraba dengan gejala desak jaringan atau organ lain di sekitarnya dan bahkan dengan gejala metastasis pada tempat lain. Hal ini dikarenakan sifat rongga abdomen yang longgar dan sangat fleksibel.

Karena gejala yang awal pada masing-masing tumor abdomen maka perlu mendapat perhatian khusus dan jika perlu lakukan pemantauan yang cermat dan terus menerus dengan disertai dukungan pemeriksaan penunjang yang diperlukan, sehingga didiagnosis bisa ditegakkan sedini mungkin. dengan mengenal tumor abdomen pada anak, maka akan lebih mudah dan dini dalam melakukan tindakan serta penatalaksanaan terhadap penyakit ini.

Mencegah dan Mengatasi Penyakit Tumor Pada Balita

Penyakit Tumor merupakan sebuah gangguan kesehatan yang terjadi pada bagian jaringan sel dalam tubuh. Dimana pada bagian jaringan sel tersebut mengalami pertumbuhan yang abnormal atau pertumbuhan yang tidak semestinya. Akibatnya akan muncul sebuah benjolan di permukaan organ tubuh atau yang sering disebut sebagai tumor.

Penyakit Tumor Pada Balita | Penyakit tumor ini bisa menyerang siapa saja, mulai dari lansia, orang dewasa, remaja, sampai seorang balita, dan tentunya penyakit tumor pada balita ini akan sangat berbahaya. Apalagi jika tumor tersebut bersifat ganas. Karena menurut kasus yang beredar, balita yang terserang tumor ganas memiliki kemungkinan untuk sembuh hanya 25%, selebihnya penyakit tumor ini akan dibawa oleh balita tersebut menjelang usia remaja bahkan sampai dewasa.

Untuk penyebab dari tumor pada balita ini memang sangat bervariasi. Mulai karena faktor keturunan, radiasi, atau pengaruh obat-obatan yang dikonsumsi. Di bawah ini ada beberapa cara untuk menangani penyakit tumor bayi yang bisa dilakukan.

Cara Mencegah sekaligus mengatasi penyakit tumor jinak pada balita

tumor-jinak-pada-balita

Berikan anak asupan makanan yang bergizi
Balita ini memang sangat memerlukan makanan yang bernutrisi dan bergizi tinggi. Hal ini dikarenakan balita merupakan masa dimana semua organ-organ tumbuh dan berkembang secara optimal. Untuk mencegah ataupun mengatasi penyakit tumor pada balita, para orang tua harus memberikan asupan makanan yang bernutrisi tinggi pada buah hatinya. Tidak perlu memberikan makanan yang mahal, cukup dengan memberikan buah dan sayur maka balita tersebut sudah mendapatkan asupan nutrisi yang tinggi.

Hindari balita dari konsumsi obat-obatan kimia
Karena salah satu penyebab munculnya penyakit tumor pada balita ialah karena mengkonsumsi obat-obatan yang berbahan kimia. Faktanya, obat kimia ini sangat tidak baik untuk pertumbuhan jaringan sel pada organ tubuh balita. Tapi sekarang ini, banyak sekali orang tua yang merasa takut dan khawatir saat anak sakit dan kemudian memberikan obat kimia untuk menyembuhkan sakit anak tersebut. Untuk itu, sebisa mungkin hindari konsumsi obat-obatan kimia. Dan jika anda khawatir dengan kesehatan buah hati, anda bisa memberikan konsumsi multivitamin yang jauh lebih dibutuhkan oleh seorang balita.

Selalu periksakan balita ke dokter spesialis
Pemeriksaan kesehatan setidaknya sangat diperlukan oleh semua orang, terutama oleh seorang balita yang masih dalam masa pertumbuhan. Selain untuk mengetahui kesehatan secara lebih pasti, pemeriksaan kesehatan juga bisa membantu orang tua untuk mengetahui keadaan tubuh balita. Seperti misalnya jika ada ciri-ciri pertumbuhan penyakit tumor maka orang tua pun bisa mengatasinya sedini mungkin.

Itulah mungkin beberapa cara untuk mencegah dan mengatasi tumor pada balita. Semoga bisa bermanfaat:)

Cara Mudah Mencegah Penyakit Tumor Ganas Pada Anak

Penyakit Tumor – Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga bahkan bisa terserang penyakit tumor jinak dan tumor ganas atau kanker. Bahkan pula faktanya saat ini jumlah anak yang terserang kanker semakin meningkat. Dan biasanya yang menjadi faktor penyebab kanker atau tumor ganas pada anak berbeda dengan kanker pada orang dewasa.

kanker-pada-anak

Meskipun demikian, ada beberapa cara alami yang bisa dilakukan oleh para orang tua untuk mencegah penyakit tumor ganas pada anak. Seperti cara di bawah ini:

1. Tidak merokok
Apabila tidak bisa untuk berhenti merokok, tapi setidaknya jangan meroko dekat anak. Merokok dekat anak hanya akan membuat mereka menjadi perokok pasif. Selain itu, merokok di dekat anak juga bisa jadi anda memberikan contoh mereka untuk merokok. Perokok pasif dan perokok aktif lebih beresiko terserang kanker paru-paru. Untuk hal ini, sebaiknya jangan merokok, baik itu di depan anak ataupun di tempat umum lainnya.

2. Kurangi susu sapi
Menurut beberapa penelitian, susu sapi dan produk susu lainnya yang berkaitan dengan peningkatan resiko kanker. Seperti misalnya keju, pizza, dan susu yang bisa meningkatkan resiko kanker. Untuk itu, sebaiknya jangan beri terlalu banyak anak susu sapi atau produk susu lainnya.

3. Berikan anak ASI
Dengan menyusui anak lebih dari enam bulan atau setidaknya sembilan bulan diyakini bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak. Karena selain bisa mencegah anak dari penyakit kanker, beberapa penelitian pun menunjukkan bahwa menyusui anak lebih lama bisa menghindarkan ibu dari penyakit kanker payudara.

4. Ajarkan anak gaya hidup yang sehat
Gaya hidup yang sehat berarti fondasi yang kuat untuk menjaga kesehatan anak dan menghindarkan anak dari penyakit kanker. Para orang tua harus memberi contoh seperti apa gaya hidup yang sehat pada anaknya, seperti salah satu contohnya yakni mengkonsumi sayur dan buah, atau berolahraga secara teratur. Buah dan sayur yang mengandung vitamin dan antiosidan tinggi bisa membantu anak menangkal penyakit kanker. Penelitian juga mengungkapkan bahwa anak yang sering mengkonsumsi buah memiliki resiko lebih kecil terkena kanker.

5. Menjaga berat badan anak
Perhatikan juga berat badan anak, jangan sampai anak menjadi kelebihan berat badan dan mengalami obesitas. Study mengungkapkan bahwa anak yang kelebihan berat badan dan obesitas lebih memungkinkan anak mengalami penyakit kanker dibandingkan dengan anak yang memiliki berat badan ideal.

6. Kurangi asupan garam dan gula
Jika terlalu banyak mengkonsumsi garam maka bisa meracuni sel sehat. Sementara gula ini bisa menjadi makanan bagi sel kanker. Untuk itu, sebaiknya kurangi asupan gula dan garam pada makanan anak-anak.

7. Rumah yang bahagia
Jadikanlah suasana di rumah menjadi menyenangkan setiap harinya. Karena Stress dan depresi bisa menjadi pemicu munculnya kanker, sementara rasa bahagia atau tertawa bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh. Untuk itu, buatlah suasana rumah menjadi sesuatu yang menyenangkan dan bisa membahagiakan anak-anak kita.

8. Jangan tinggal di dekat jalan raya
Penelitian dari Internasional Leukimia Conference menjelaskan bahwa anak yang tinggal di dekat jalan raya atau pom bensin memiliki besar kemungkinan terserang penyakit kanker seperti leukimia lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang jauh dari jalan raya atau pom bensin.

9. Tidak menggunakan pestisida
Dan yang terakhir yaitu tidak menggunakan pestisida di rumah atau anda memberi kemungkinan anak untuk terserang paparan pestisida. Study menunjukkan bahwa jika anak terkena paparan pestisida bisa meningkatkan resiko kanker pada anak, seperti leukimia atau kanker otak. Selain itu, jangan pula menggunakan produk yang mengandung racun atau yang memiliki bau yang menyengat ketika hamil.

Itulah beberapa hal yang bisa membantu anda untuk melakukan pencegahan kanker pada anak. Dan yang terpenting ialah mengajarkan anak untuk hidup sehat dan selalu aktif untuk mencegah kanker pada anak. Semoga Bermanfaat:))