Tag Archive: penyakit kanker

Jenis Penyakit Tumor Ganas Yang Menyerang Lansia

Penyakit Tumor Ganas – Pada usia lanjut seseorang akan lebih rentan terserang penyakit kanker Lansia atau penyakit lainnya, hal ini disebabkan karena usia lanjut metabolisme tubuh cenderung menurun yang berakibat turunnya kekebalan tubuh yang berperan aktif melawan bibit penyakit tanpa sengaja atau diam-diam masuk ke dalam tubuh. Selain faktor fisik, faktor psikologi lansia juga ikut mempengaruhi rentannya lansia terjangkit kanker, pada lansia emosi cenderung meledak-ledak tidak terkontrol akibat tidak stabilnya hormon karena menopause.

Selain itu, pada usia lanjut resiko penyakit kanker akan meningkat karena kanker tumbuh dan berkembang memerlukan waktu yang cukup lama dan seseorang akan sadar bahwa penyakit kanker tumbuh dan berkembang dalam tubuhnya ketika kanker tersebut menimbulkan gejala, dan itu terjadi di usia-usia lanjut karena sebagian besar kanker tidak memberikan gejala sama sekali saat stadium awal dan baru memberikan gejala pada stadium lanjut bahkan sampai stadium akhir.

Beberapa jenis kanker yang umum di derita oleh lansia mungkin bisa dicegah jika kita menerapkan hidup sehat dan olahraga teratur sejak muda. Minimal jika kita teratur menjalankan pola hidup sehat sejak dini, dan ketika usia lanjut terdiagnosa kanker, tubuh akan lebih siap dan recovery setelah treatmen kanker akan lebih mudah dan cepat.

Jenis kanker yang sering menyerang lansia

tumor lansia

Kanker pada Lansia – Pada umumnya jenis kanker di bawah ini sering ditemukan pada lansia meskipun hampir semua jenis kanker rentan menyerang lansia dan golongan umur lainnya. Apabila faktor resiko dan gaya hidup seseorang memang bersinggungan langsung dengan penyakit kanker.

1. Kanker payudara, jenis kanker yang sangat sering ditemukan pada lansia tapi jarang ditemukan pada seseorang yang berusia di bawah 30 tahun. Kanker payudara ini merupakan jenis kanker no 2 yang paling banyak menyebabkan kematian pada wanita setelah kanker paru-paru. Tidak hanya wanita, kanker payudara juga bisa menyerang pria. Setiap tahun terdapat 2.300 kasus baru kanker payudara pada pria dan 230.000 kasus baru setiap tahunnya kanker payudara pada wanita. (Baca: Tumor Payudara Pada Pria, Penyebab, Gejala dan Pengobatannya).

2. Kanker serviks, kanker yang sebenarnya sangat mudah di deteksi jika rajin melakukan screening kanker serviks, pap smear. Kanker serviks merupakan jenis kanker yang berkembang di saluran leher rahim wanita. Pada umumnya kanker serviks ini disebabkan oleh Human Pappiiloma Virus (HPV), perkembangan virus HPV sampai menjadi kanker serviks cukup lambat, berkisar antara 10-20 tahun, oleh karena itu kanker serviks cukup sering ditemukan pada wanita yang lanjut usia.

3. Kanker prostat, kebanyakan kanker prostat tumbuh secara lambat dan tidak menyebar, bisa saja pria yang terlihat segar dan sehat berkembang sel-sel prostat dalam tubuhnya. Karena pada tahap awal kanker prostat ini tidak memiliki gejala sama sekali, bahkan sel-sel kanker prostat bisa nonaktif selama bertahun-tahun di dalam tubuh pria, tanpa memberikan gejala sedikitpun.

4. Kanker paru, jenis kanker yang merupakan kanker pembunuh nomor satu, baik pada pria ataupun wanita. Perokok aktif merupakan seorang yang memiliki resiko paling tinggi terkena kanker paru-paru, karena semakin lama seseorang merokok, akan semakin banyak juga rokok yang dihabiskan dan tentunya besar juga resiko seorang tersebut untuk terseang kanker paru-paru. (Baca juga: Pengobatan Tumor Dan kanker Paru-paru Secara Herbal).

5. Kanker kulit, Biasanya kulit yang mengalami kanker ialah kulit yang langsung terpapar oleh sinar matahari. Ada 3 jenis kanker kulit yakni melanoma, basal cell carcinoma, dan squa cell carcinoma.

Itulah mungkin beberapa jenis kanker yang menyerang usia lanjut. Semoga bermanfaat 🙂

Inilah Khasiat Tomat Untuk Penyakit Tumor Ganas (Kanker)

Obat Tumor GanasBuah tomat ternyata bukan hanya cocok dijadikan bahan masakan saja, tapi juga mempunyai manfaat untuk kesehatan. Tahukah anda, beberapa studi yang termuat dalam Journal of the National Cancer Institute menguatkan pernyataan bahwa tomat mempunyai kandungan zat yang bisa menurunkan resiko penyakit kanker.

Bentuk dan jenis-jenis Tomat

buah tomat untuk kanker

  • Tomat buah – mempunyai daging yang tebal dan biji yang mengandung air.
  • Tomat sayur – tomat yang kerap dipakai dalam masakan. Tomat sayur ini berukuran lebih kecil dibandingkan dengan tomat buah dan berwarna hijau serta oranya kehijauan jika sudah matang.
  • Tomat ceri – Berukuran sebesar kelereng yang bisa digunakan sebagai bahan pelengkap pada salad.

Ketiga jenis tomat tersebut mempunyai kandungan zat yang sama yakni Lycopene namun dengan kadar yang berbeda. Jika dibandingkan dari ketiga jenis tomat tersebut, yang baik dikonsumsi ialah tomat buah atau tomat merah. tomat buah mempunyai kandungan vitamin C dan vitamin A yang lebih tinggi dari kedua jenis tomat lainnya.

Kandungan Lycopene ini berfungsi sebagai penangkal radikal bebas dan lebih kuat jika dibandingkan dengan vitamin E dan A. Kandungan lycopene pada tanaman tomat mulanya bermanfaat sebagai penyebab cahaya pada proses fotosintetis. Lycopene merupakan senyawa pigmen makanan yang menghasilkan warna merah atau kuning pada tomat. Beberapa tipe kanker yang bisa meminimalkan dengan mengkonsumsi tomat secara teratur diantaranya kanker payudara, kanker prostat, kanker paru-paru, kanker prankeas, kanker serviks, dan juga kanker usus, bahkan tidak menutup kemungkinan bisa bermanfaat mencegah jenis kanker lainnya.

Sehubungan dengan penyakit kanker, buah tomat mempunyai beberapa fungsi penting dalam menimalkan resiko kanker. Di bawah ini peran penting yang terdapat dalam lycopene, zat antiradikal dalam buah tomat:

  • Perlindungan terhadap tubuh dari radikal bebas.
  • Menjaga keseimbangan hormon.
  • Melancarkan metabolisme tubuh.
  • Regenerasi sel tubuh yang rusak.
  • Meningkatkan sistem imun.
  • Mencegah perubahan gen.

Manfaat Tomat Untuk Kanker – Uraian tersebut terkait dengan fungsi buah tomat sebagai pencegah sel kanker yang menjalar ke organ-organ penting dalam tubuh kita. Beberapa fakta lain yang ada pada buah tomat seperti :

  1. Tomat yang diolah (direbus atau dihancurkan) akan membuat kandungan lycopene lebih mudah diserap tubuh sehingga berkhasiat lebih cepat dalam menangkal kanker dan penyakit jantung.
  2. Kandungan lain yang ada pada buah tomat seperti asam sitrat dan asam malik yang berkhasiat sebagai vitamin C dan A pada buah tomat.
  3. Tomat yang dihancurkan dalam bentuk jus berkhasiat sebagai tonic yang berfungsi pada penyembuhan suatu penyakit.
  4. Tomat mempunyai khasiat sebagai pereda demam, dan detox atau penawar racun.
  5. Efek mengkonsumsi tomat juga bisa menimbulkan alergi jika seseorang sensitif terhadap tomat. Alergi bisa muncul pada saluran cerna karena kandungan saponin, histamin, dan solanin.

Baca Juga :

Manfaat Luar Biasa Tanaman Keladi Tikus Untuk Kanker

Khasiat Temulawak Dalam Membantu Pengobatan Kanker Hati

Tanaman Herbal Untuk Pengobatan Tumor Ganas Serviks

Tanaman Lidah Buaya Yang Bisa Mengobati Tumor Ganas

Khasiat Temulawak Dalam Membantu Pengobatan Kanker Hati

Penyakit TumorTumor ganas Hati (Kanker hati) merupakan salah satu penyakit yang menyerang organ vital tubuh yakni hati. Sebagai organ tubuh manusia, hati mempunyai fungsi yang cukup kompleks yakni menghasilkan cairan empedu yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari zat yang berbahaya, membantu proses pencernaan agar tubuh bisa melakukan penyerapan sari-sari makanan secara optimal, memecah lemak dengan menggunakan enzim-enzim yang dihasilkan oleh hati menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga tidak akan membahayakan tubuh, dan masih banyak lagi fungsi-fungsi hati yang lainnya. Dengan fungsinya yang cukup kompleks. tentu tidak menutup kemungkinan organ hati untuk terserang penyakit seperti tumor, kanker, liver, dan hepatitis (A, B, C) terutama dengan gaya hidup modern seperti saat ini.

penyakit-hati-kronis-obatherbal

Di era kehidupan modern seperti sekarang ini semua dituntut untuk berjalan dengan cepat sehingga seringkali banyak orang yang melupakan perilaku hidup sehat untuk dirinya sendiri. Kurangnya menjaga kebersihan makanan, banyak mengkonsumsi makanan instan yang mengandung bahan pengawet membuat organ dalam tubuh bekerja ekstra untuk mencerna makanan. Jika kita mengibaratkan organ tubuh sebagai mesin, maka semakin banyak kita mengkonsumsi makanan yang sulit dicerna akan lebih cepat memasuki masa kerusakan. Berbeda dengan apabila kita mengkonsumsi makanan yang bergizi dan terjamin kebersihannya, maka organ tubuh akan bekerja secara normal dan akan memperoleh gizi penunjang untuk perawatan organ itu sendiri.

Baca Juga : Memperdalam Tentang Penyakit Tumor Hati Pada Anak

Gejala kerusakan hati

Bukti banyaknya kerusakan dini yang terjadi pada organ hati ialah banyaknya orang yang masih berusia 25-30 tahun terkena hepatitis. Dan yang menjadi penyebab umumnya ialah karena mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung pengawet, merokok, banyak mengkonsumsi makanan yang banyak bergadang. Berdasarkan data dari kementrian kesehatan, dari 100 orang, 10 diantaranya terserang hepatitis. Hal ini menunjukkan tingginya potensi penyakit hepatitis untuk menjadi penyebab kanker hati.

Tubuh manusia mempunyai teknologi canggih layaknya mesin. Sebelum menunjukkan kerusakan yang parah, tentu saja akan mengirimkan sinyal-sinyal tertentu, begitu juga dengan tubuh yang terserang dengan penyakit kanker hati perlu diwaspadai jika terdapat tanda-tanda seperti :

  • Badan terasa mulai mudah lelah
  • Penurunan berat badan tanpa sebab
  • Selera makan yang mulai menurun, terasa mual dan muntah-muntah
  • Badan mulai menguning, terutama pada bagian mata dan kuku

temulawakApabila tanda-tanda tersebut mulai muncul, segera ubah pola hidup anda mulai dari pola makan, aktivitas sehari-hari, dan mulai juga untuk mengkonsumsi makanan pencegah kanker, mengkonsumsi obat herbal kanker, atau tamanan obat kanker seperti salah satunya dengan Temulawak. Mengapa temulawak? karena temulawak merupakan tanaman obat yang mempunyai kandungan yang bisa mengobati berbagai macam penyakit seperti kanker hati. Kandungan yang terdapat pada temulawak:

1. Minyak atsiri
Pada temulawak terdapat sekitar 3% minyak atsiri yang bermanfaat untuk membantu sel-sel hati yang mengalami kerusakan melakukan regenerasi. Kerusakan sel-sel hati ini biasanya disebabkan oleh racun yang berhasil menembus masuk ke dalam tubuh. Selain itu, minyak atsiri juga bermanfaat untuk meningkatkan produksi getah empedu.

Minyak atsiri ini mempunyai beberapa komponen yang kaya akan fungsi. Beberapa komponen tersebut diantaranya seskuiterpen, a-curcumene, siskloisoprenmycrene, zingiberence, dan xanthorrizol. Zat-zat tersebut membantu hati dalam bekerja secara optimal. Selain bisa menjadi penawar racun kandungan zat dalam minyak atsiri yakni xanthorrizol merupakan zat anti-kanker, sehingga bisa difungsikan untuk mengobati penyakit kanker, terutama kanker hati dan kanker payudara secara efektif.

2. Kurkuminoid
Kurkuminoid mengandung senyawa kurkumin dan desmetoksikurkumin yang mempunyai banyak manfaat. Mulai dari menetralkan racun, menghilangkan peradangan sendi, meningkatkan sekresi empedu, dan menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Selain itu, kurkuminoid juga berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi tubuh dari radikal bebas. Dan juga berfungsi untuk mengurangi perasaan mual karena pengobatan.

Pengobatan Kanker Hati

Pengobatan kanker hati dengan menggunakan temulawak sangat direkomendasikan karena banyak hasil penelitian yang sudah membuktikan bahwa pengobatan herbal dengan temulawak tidak memberikan efek samping. Selain itu, pengolahan ramuan temulawak dinilai cukup mudah. Anda cukup menyediakan temulawak secukupnya (sekitar 1-2 rimpang) kemudian cuci sampai bersih dan dipisahkan dari kulitnya, lalu parut sampai halus, jika ingin menambahkan campuran dengan tanaman herbal lainnya anda bisa menambahkan daun meniran, parutan lengkuas, parutan jahe, asam, dan tanaman obat lainnya yang bisa mendukung fungsi dari temulawak tersebut. Setelah itu campuran ramuan siap direbus dalam 300cc air sampai mendidih. Lalu bisa diminum secara rutin 1x sehari.

Penderita kanker hati yang rutin mengkonsumsi ramuan diatas akan merasakan beberapa perubahan seperti:

  1. Sel-sel kanker dalam tubuh mulai mati, sehingga bisa menurunkan stadium kanker hati yang dialami oleh penderita.
  2. Mengurangi efek yang ditimbulkan dari obat-obatan medis dan kemoterapi.
  3. Meningkatkan nafsu makan.
  4. Mengurangi peradangan kelenjar dan rasa nyeri dibagian yang terkena kanker.
  5. Meningkatkan daya tahan tubuh secara berkala.

Demikianlah manfaat dari temulawak sebagai pengobatan penyakit kanker hati. Apabila anda pernah mempunyai riwayat penyakit hepatitis B, tidak ada salahnya jika anda melakukan pencegahan dengan mengkonsumsi temulawak secara teratur. Hal ini dikarenakan penderita hepatitis mempunyai kemungkinan yang cukup besar terserang kanker hati.

Pengertian Dari Penyakit Stadium Akhir Kanker Serviks

Kanker Serviks – Kanker serviks yang menyerang Julia Perez kabarnya sudah mencapai stadium 4. Bagaimana sebenarnya kanker serviks stadium 4? Apa dampaknya bagi tubuh si penderitanya?. Nah untuk memahami arti masing-masing stadium kanker, terutama kanker serviks. Simak selengkapnya yang kami kutip dari berbagai sumber.

kanker-serviks-akhir

Apa itu Stadium Akhir

Stadium digunakan untuk mendeskripsikan penyebaran tumor pada jenis kanker seperti misalnya di mana letak kanker, lokasi penyebarannya, dan apakah telah mempengaruhi bagian lain dari tubuh.

Informasi mengenai stadium kanker sangat penting, karena hal ini bisa membantu dokter untuk memilih pengobatan yang tepat untuk kesembuhan pasien. Selain itu, informasi stadium kanker juga membantu penderita kanker serviks benar-benar memahami kondisinya.

Ada beberapa sistem yang digunakan untuk menentukan stadium kanker, namun pada umumnya tim medis menggunakan sistem stadium berdasarkan nomor dan TNM.

kanker-serviks-4Sistem Stadium TNM

Salah satu cara yang digunakan dokter untuk mendeskripsikan stadium kanker ialah dengan sistem TNM. Dokter menggunakan hasil dari tes diagnosis dan scan untuk menjawab pertanyaan berikut:

Tumor (T) : Berapa besar tumor utama? Dan dimana letaknya?
Node (N) atau kelenjar : Apakah tumor sudah menyebar ke kelenjar getah bening? Jika sudah, seberapa banyak?
Metastasis (M) : Apakah kanker sudah bermetastasis (menyebar) ke bagian tubuh lain? jika sudah, kemana saja dan berapa banyak?

Hasilnya kemudian dikombinasikan untuk memastikan stadium akhir kanker masing-masing penderita. Untuk kanker serviks, ada 5 stadium yakni dari stadium 0 sampai stadium I – IV. Stadium ini digunakan untuk mendeskripsikan kanker dan sebarannya sehingga dokter bisa merencanakan pengobatan terbaik.

Baca Juga : Tanaman Herbal Pengobatan Tumor Ganas Serviks (Kanker Serviks)

Pengelompokkan Stadium

Stadium 0 : tumor yang ditemukan disebut carcinoma in situ. Artinya kanker ditemukan hanya pada lapisan pertama bagian luar serviks, bukan di jaringan dalam. Cacinoma in situ tidak dianggap sebagai kanker ganas.
Stadium I : Kanker sudah menyebar dari bagian luar serviks ke jaringan yang lebih dalam tapi masih di luar uterus. Kanker juga belum menyebar ke kelenjar getah bening atau bagian lain tubuh.
Stadium II : Kanker sudah menyebar melewati serviks dan area sekitarnya, seperti ke vagina atau jaringan lain dekat dengan serviks, tapi masih di dalam area panggul. Kanker juga belum menyebar ke kelenjar getah bening atau bagian tubuh lain.
Stadium IIIa : Kanker sudah menyebar ke bagian bawah vagina tapi belum ke bagian lain tubuh.
Stadium IIIb : Kanker sudah menyebar ke dinding panggul dan kelenjar getah bening tapi belum ke bagian tubuh lain atau kelenjar getah bening.
Stadium IVa : Kanker sudah menyebar ke kandung kemih dan rektum, dan juga sudah atau belum menyebar ke kelenjar getah bening, tapi belum menyebar ke bagian tubuh lain.
Stadium IVb : Kanker stadium ini sudah menyebar ke bagian tubuh lain.

Mengenal Perbedaan Antara Penyakit Leukemia dan Limfoma

kankerPenyakit Tumor Ganas – Leukemia dan limfoma ini merupakan jenis kanker darah dan keduanya melibatkan sistem kekebalan tubuh. Tapi terlepas dari persamaan antara leukemia dan limfoma diatas, sebenarnya mempunyai perbedaan. Simak lebih lanjut perbedaan antara leukemia dan limfoma di bawah ini.

Limfoma dan leukemia merupakan istilah yang digunakan secara luas untuk menggambarkan tumor ganas yang berbeda. Dengan melihat gejala yang muncul atau yang dialami penderita, maka kita bisa melihat perbedaan yang khas dari kedua penyakit kanker darah tersebut.

Leukemia

leukemiaLeukemia merupakan kanker dari sel-sel darah putih dari darah atau sumsum tulang. Kanker ini biasanya dimulai dari sumsum tulang dan secara bertahap mengambil alih sel-sel darah normal kita, sehingga hal ini bisa menyebabkan penurunan sel darah merah, sel darah putih dan trombosit di dalam tubuh.

Ketika jumlah sel darah normal mengalami penurunan dan sel-sel kanker mengalami peningkatan maka si penderita akan mengalami memar, infeksi berulang, anemia dan lain sebagainya. Pada dasarnya ada berbagai jenis leukemia berdasarkan sel yang terkena dampak dan pertumbuhan kanker, yakni leukemia akut dan leukemia kronis.

Pada kasus leukemia akut, sel-sel kanker berkembang pesat dan harapan hidup hanya sekitar 3-5 tahun. Sementara leukemia kronis melibatkan sel-sel kanker yang tumbuh lambat dengan harapan hidup penderita sekitar 10-20 tahun. Berdasarkan jenisnya, leukemia dibagi menjadi:

  1. Leukimia myelogenous akut
  2. Leukimia lymphocytic akut
  3. Leukimia myelogenous kronis
  4. Leukimia lymphocytic kronis

Dan juga perlu diketahui bahwa sumsum tulang terus memproduksi sel-sel leukemia dan tidak mati akan mati. Dengan demikian, mereka tetap hadir dalam darah dan sumsum tulang sehingga menyebabkan anemia berat pada penderitanya karena kurangnya sel darah merah. Pada kondisi yang sama juga, penderita leukemia terus menderita infeksi berulang karena kurangnya leukosit dan trombosit sehingga mereka mudah memar karena masalah pembekuan darah.

Limfoma

limfomaLimfoma merupakan kanker dari sel-sel limfatik dari sistem kekebalan tubuh. Limfoma merupakan jenis kanker ketiga terbanyak yang terjadi pada anak-anak. Kanker limfoma ini terjadi pada sistem limfatik yang mengarah ke pembengkakkan kelenjar getah bening.

Seperti halnya leukosit yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh, sistem limfatik juga berperan dalam memerangi infeksi terhadap tubuh.

Sel kanker dari limfoma membentuk benjolan di kulit, jaringan sumsum tulang yang menyebabkan pembentukkan tumor padat. Ketika penyakit ini memasuki fase leukemia, sel-sel limfoma cenderung tumpah ke dalam aliran darah. Ketika seseorang mengembangkan limfoma maka mereka menimbulkan anoreksia, kelelahan, demam idiopatik, penurunan berat badan, dyspnea dll.

Jadi perbedaan yang mendasar antara leukimia dengan limfoma yakni:

  • Leukemia merupakan kanker dari sel-sel darah putih dari sumsum tulang sementara limfoma merupakan kanker yang terbentuk dari sel dalam sistem limfatik.
  • Gejala leukemia termasuk anemia berat, mudah memar, kelelahan, dan infeksi berulang. Sementara gejala limfoma seperti kelelahan, anoreksia, demam idiopatik, dan tumor yang bisa diraba.
  • Leukemia didiagnosis dengan menggunakan tes darah dan pemeriksaan sumsum tulang. Limfoma didiagnosis dengan biopsi dari tumor teraba dan penggunaan CT scan.

Tapi kedua kondisi ini (leukemia dan limfoma) membutuhkan kemoterapi dan radioterapi untuk pengobatan. Kedua kanker darah ini melibatkan sistem kekebalan tubuh, tapi berbeda dalam manifestasinya. Semoga Bermanfaat:))

Kemoterapi Salah Satu Pengobatan Tumor Ganas

Pengobatan Tumor | Apa itu Kemoterapi? Pengertian Kemoterapi yang lebih sering disingkat dengan ‘kemo’ merupakan jenis pengobatan kanker yang menggunakan obat-obatan yang bisa mengahancurkan sel tumor ganas atau sel kanker.

kemoterapi

Cara Kerja Kemoterapi

Obat-obatan kemoterapi ini bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan dan pembelahan sel. Kemoterapi juga bisa mengenali sel kanker dengan cara mendeteksi kecepatan pertumbuhannya. Sel kanker tumbuh dan membelah diri dengan sangat cepat. Berdasarkan hal tersebut maka beberapa jenis sel dalam tubuh kita yang juga memiliki pertumbuhan yang cepat akan menjadi sasaran kemoterapi.

Tujuan Pengobatan Kemoterapi

  • Menyembuhkan, kemoterapi ini juga diberikan untuk menghancurkan semua sel kanker yang ada pada tubuh sehingga kanker tidak ada lagi bahkan tidak muncul lagi.
  • Mengontrol sel kanker, yang selanjutnya untuk mencegah sel kanker semakin meluas dan menyebar ke bagian tubuh yang lainnya.
  • Mengurangi gejala yang muncul karena kanker, kemoterapi juga selalu diharapkan bisa memperkecil ukuran tumor dan mengurangi gejala nyeri karena penekanan tumor.

Kadangkala kemoterapi juga digunakan sebagai pengobatan tunggal pada kanker. Selain itu, kemoterapi bisa digunakan sebagai terapi gabungan operasi, radioterapi, yang memiliki tujuan untuk:

  • Mengecilkan tumor agar mudah dalam melakukan tindakan bedah.
  • Menghancurkan sel tumor yang tersisa pasca pembedahan.
  • Meningkatkan efektivitas dari pemberian radiasi.
  • Menghancurkan sel kanker yang sudah menyebar ke organ tubuh yang lainnya.

Jadwal Pengobatan Kemoterapi

Jadwal pemberian kemoterapi sangat bervariasi tergantung dari jenis sel kanker dan tingkat keparahan penyakitnya. Kemoterapi juga biasanya diberikan pada beberapa siklus, setiap siklus bisa terdiri dari beberapa kali pemberian obat kemoterapi, dan antar siklus juga terdapat periode istirahat. Seperti contoh satu siklus terdiri dari 1 minggu pemberian kemoterapi setiap hari juga 3 minggu periode istirahat.

Bagaimana jika siklus ada yang terlewati?

Sebaiknya penderita mengikuti jadwal dan program kemoterapi ini tanpa terlambat bahkan terlewati. Tapi, kadangkala kemoterapi ditunda atau diganti dengan program kemoterapi yang baru tergantung dari respon tubuh terhadap efek samping kemoterapi tersebut.

Cara Pemberian Pengobatan Kemoterapi

  1. Injeksi (suntikan), jadi obat bisa disuntikkan pada otot lengan, paha, atau di bawah kulit.
  2. Intraarteri, obat kemoterapi bisa langsung dimasukkan melalui pembuluh darah arteri yang memberi makan si kanker tersebut.
  3. Intraperitoneal, obat kemoterapi yang diberikan melalui rongga perut.
  4. Intravena, obat kemoterapi yang melalui pembuluh darah vena.
  5. Topical, Kemoterapi yang diberikan dengan dioleskan dan digosokkan pada kulit.
  6. Oral, Obat kemoterapi yang diminum dalam bentuk pil, kapsul atau juga cair.

Efek samping yang dirasakan ketika kemoterapi

Kemoterapi merupakan bagian dari pengobatan tumor ganas (kanker) yang efektif, yang sudah terbukti menyelamatkan jutaan jiwa. Tapi kemoterapi ini mempunyai efek samping yang cukup besar.

Efek samping yang paling sering kemoterapi diantaranya letih dan lemas. Maka anda harus banyak beristirahat dan meminta bantuan untuk membantu mengerjakan pekerjaan sehari-hari. Perasaan mual dan muntah juga bisa diredakan dengan pemberian obat antimual-muntah. Di bawah ini ada gejala efek samping yang bisa terjadi akibat kemoterapi seperti:

  • Rambut rontok
  • Hilangnya nafsu makan
  • Sesak nafas dan detak jantung yang tidak biaa karena anemia
  • Mual, muntah, mimisan
  • Kulit kering, terasa perih dan mudah memar
  • Gusi berdarah
  • Insomnia atau sulit untuk tidur
  • Gairah seksual yang menurun
  • Rasa lelah dan lemah setiap hari
  • Mengalami konstipasi atau diare

Yang penting dan perlu diketahui, efek samping kemoterapi ini akan hilang setelah pengobatan tersebut selesai. Selama pengobatan kemoterapi, anda harus senantiasa berkonsultasi dengan dokter ketika akan mengkonsumsi obat-obatan lain seperti obat alergi, herba, pereda nyeri, atau lainnya. Hindari juga konsumsi minuman keras setidaknya selama masa kemoterapi.

Mengobati penyakit berbahaya seperti penyakit tumor ganas atau kanker ini memang tidaklah mudah, termasuk ketika memasuki pengobatan kemoterapi. Sebisa mungkin harus mengikuti perintah dokter dan menghindari hal-hal yang bisa beresiko mengganggu proses pengobatan untuk berjalan normal. Semoga Bermanfaat:))