Waspada Tahi Lalat Yang Berujung Pada Penyakit Tumor

waspada-tahi-lalat

Penyakit Tumor | Hampir setiap orang mempunyai tahi lalat, baik itu dibawa sejak lahir (atau tanda lahir), ataupun yang tumbuh ketika dewasa. Tahi lalat bagi sebagian orang seperti para artis justru menjadi landmark untuk dirinya menjadi terlihat lebih seksi. Ada juga yang berpendapat adanya tahi lalat pada lokasi tertentu pada wajah bisa menandakan hoki, dan pada daerah lainnya bisa dianggap pembawa sial. Terlepas dari kepercayaan hoki dan sial, tahi lalat ini pada kenyataannya memang bisa bermuka dua, yakni pada sebagian besar kasus tidak berbahaya tapi pada beberapa kasus lainnya bisa berakibat fatal.

Tahi lalat dalam istilah medisnya dikenal sebagai nevus pigmentosus, yang merupakan tumor jinak pada kulit yang paling umum dijumpai pada manusia. Tumor jinak ini memiliki khas berwarna gelap, sebagian besarnya menetap, sebagian lain terus membesar sehingga kadangkala bisa mengkhawatirkan si empunya. Memang sebagian besar tahi lalat ditemuka dari sejak lahir, tapi ada juga tahi lalat yang baru muncul ketika dewasa dan pada kasus ini pemicu yang paling umumnya adalah kontak yang sering dengan sinar matahari. Dan pada umumnya tahi lalat tidak berbahaya, biasanya hanya menimbulkan keluhan kosmetis.

Perlu diwaspadai, tahi lalat bisa saja berubah pada suatu waktu menjadi kanker yang disebut dengan nelanoma maligna. Sehingga pengenalan dini gejala perubahan ini wajib diketahui oleh seseorang yang memiliki tahi lalat. Ada beberapa kriteria suatu tahi lalat yang beranjak menjadi ganas seperti:
**Dalam beberapa waktu terakhir bertambah besar dengan cepat.
**Terjadi perubahan warna ke arah yang lebih gelap.
**Bentuknya menjadi tidak beraturan lagi.
**Jaringan kulit disekitarnya meradang kemerahan.
**Tahi lalat menjadi mudah berdarah ketika tersenggol.
**Muncul keluhan seperti gatal dan perih.
Jika anda yang memiliki tahi lalat mengalami kondisi seperti diatas, sebaiknya segera periksakan diri anda ke dokter kulit atau bedah agar bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Karena seringkali perubahan menjadi ganas ini disebabkan karena iritasi berulang pada tahi lalat seperti sering tertekan, dipencet-pencet, lecet atau bergesek.

Nevus junctional dikenal dengan jenis tahi lalat yang cenderung bisa berubah menjadi ganas. Jenis tahi lalat ini memiliki batas tegas, permukaannya cenderung rata atau sedikit menonjol, berwarna lebih terang seperti coklat muda, dan juga lokasi yang paling sering di telapak tangan, kaki atau kelamin. Karena lokasinya tersebut, tahi lalat ini sering mengalami trauma karena gesekan, penekanan, dan lain sebagainya. Hal inilah yang bisa memicu perubahan menjadi ganas.

tahi-lalatDunia medis memang belum menemukan peran dari tahi lalat untuk tubuh. Tapi tahi lalat ini bisa menjadi penanda gejala awal dari kanker kulit. Menurut Cancer Research Institute, ada beberapa ciri utama tahi lalat yang perlu diwaspadai, seperti:

  • Bentuk tahi lalat tidak umum atau simetris.
  • Tepian tahi lalat terlihat tidak beraturan atau tidak rata.
  • Tahi lalat meradang atau mengalami perubahan warna seperti coklat, merah, putih, biru, dan menghitam.
  • Perubahan tersebut biasanya disertai dengan gatal.
  • Tahi lalat terus membesar sampai memiliki diameter yang tidak wajar sampai 1cm lebih.

Nah, jika anda memiliki tahi lalat dengan ciri-ciri seperti demikian, segeralah periksakan diri ke dokter, karena tahi lalat ganas ini sulit terdeteksi. Dan cara untuk memastikan apakah tahi lalat itu termasuk tumor jinak atau ganas ialah dengan biopsi atau pengambilan jaringan.

Bahaya Tahi Lalat – Banyak yang bilang bahwa tahi lalat merupakan pemanis wajah, tapi hati-hati tahi lalat juga bisa menjadi ancaman bagi kulit ataupun tubuh jika penampakkan dan perkembangannya tidak normal. Tahi lalat yang semakin membesar, berubah warna dan memiliki bentuk tidak simetris merupakan ciri tahi lalat yang berbahaya karena bisa menjadi pertanda kanker kulit atau melanoma. Pada normalnya, tahi lalat memiliki bentuk stabil meskipun ada perubahan hormon dalam tubuh. Tapi tidak demikian pada tahi lalat yang berbahaya. Ia akan tumbuh membesar melebihi ukuran kacang polong.

Menurut Cancer Research Institute, ada 4 kriteria yang bisa dijadikan patokan untuk mengetahui Ciri tahi lalat yang berbahaya atau tidak yaitu aturan ABCD, yakni:

  1. A = Asymmetry >> Tahi lalat yang bersifat kanker cenderung memiliki bentuk yang tidak beraturan.
  2. B = Border >> Tahi lalat yang bersifat kanker memiliki batas atau pinggiran yang abnormal, tapi tepinya bergerigi.
  3. C = Colour >> Tahi lalat dengan berbagai warna seperti coklat, merah, putih, biru, dan hitam sering menandai tahi lalat yang bersifat kanker dibandingkan tahi lalat dengan satu warna.
  4. D = Dimension >> Tahi lalat yang bersifat kanker yang biasanya lebih besar dari tahi lalat jinak, bisa sebesar penghapus pensil atau bahkan lebih besar.

Masalah tahi lalat ini bukan hanya masalah pada permukaan kulit, tapi masalah dalam lapisan bawah kulit. Jadi jarang sekali yang bisa ditangani dengan pengobatan tradisional. Tahi lalat yang beresiko kanker harus ditangani segera mungkin sebelum mengalami metastatis atau penyebaran ke bagian tubuh lainnya. Tapi dengan teknologi canggih di dunia medis saat ini, tahi lalat bisa diangkat dengan operasi atau teknik laser. Butuh waktu 2 minggu sampai kulit benar-benar sembuh setelah operasi. Semoga Bermanfaat:))

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *