Waspada Tumor Ganas Yang Menyerang Mata Anak

Ahli Tumor – Retinoblastoma yang menyerang mata termasuk tumor ganas saraf embrional. Tumor ganas inilah yang paling sering menyerang anak-anak, ada sekitar 90% kasus retinoblastoma yang ditemukan pada anak sebelum usia 3 tahun. Tumor mata ganas yang menyerang anak harus diwaspadai.

Tidak ada prediksi jenis kelamin, suku, atau ras, meskipun retinoblastoma lebih sering ditemukan pada anak perempuan. Retinoblastoma ini terjadi akibat hilangnya kedua kromosom dari satu pasang alel dominan protektif yang terdapat daam pita kromosom 13q14. Dan tumor ini bersufat unilateral atau bilateral (30%), serta herediter atau non-herediter. Sekitar 40% kasus bersifat herediter (autosomal dominan) dengan 25% bersifat bilateral.

074393800_1421644843-kanker_mata_anakGejala umum dari penyakit ini yakni leukokoria dimana terdapat warna putih pada pupil mata saat disinari cahaya. Gejala lainnya seperti juling/strabismus, heterokromia, glaukoma, neovaskular, atau sudut tertutup, nyeri pada mata, penonjolan pada bola mata/proptosis, iritabilitas, kejang, muntah dan penurunan kesadaran (bila metastasis le saraf pusat). Tumor ini bisa menyebar melalui invasi saraf optikus sampai ke otak, atau melalui koroid ke jaringan lunak orbita dan tulang. Metastasi jauh akan terjadi pada paru, tulang, dan juga otak.

Untuk pemeriksaan nya pun meliputi USG orbita untuk mengetahui ukuran tumor tersebut dan juga bisa mendeteksi adanya klasifikasi dalam tumor. Pemeriksaan yang lainnya lewat CT-scan serta MRI orbita dan kepala, dilakukan untuk mengevaluasi nervus optikis, orbital, keterlibatan sistem saraf pusat, dan klasifikasi intraocular.

Ada 3 stadium pada penyakit retinoblastoma ini, diantaranya :
1. Stadium tenang : pupil lebar, pada pupil tampak reflek kuning yang disebut dengan Amourotic Cats Eye. Hal inilah yang menarik perhatian para orang tuanya untuk membawa anak nya berobat ke dokter. Pada funduskopi tampak bercak warna kuning mengkilat bisa menonjol kedalam badan kaca. Pada permukaannya terdapat neovaskularisasi dan pendarahan.
2. Stadium Glaukoma : Tumor yang semakin besar, sehingga tekanan intraocular meningkat menyebabkan glaukoma sekunder dengan disertai rasa sakit yang sangat. Media refrakta pun menjadi keruh, karena adanya pemeriksaan dengan funduskopi sudah tidak jelas dan sukar untuk menentukan besarnya tumor.
3. Stadium ekstraokuler : Tumor lagi-lagi menjadi semakin besar, bola mata membesar, menyebabkan eksoptalmus, kemudian dapat pecah ke depan sampai keluar dari rongga orbita disertai dengan jaringan nekrosis diatasnya (retinoblastoma eksofitik). Pertumbuhan bisa juga terjadi ke belakang sepanjang nervus optikus dan masuk ke ruang tengkorak (retinoblastoma endofitik).

[ Baca Juga >> penyebab, pengobatan, dan pencegahan Retinoblastoma ]

Penatalaksanaan tergantung dari stadium retinoblastomanya. Pilihan terapinya pun terdapat bermacam-macam seperti terapi retinoblastoma intraokular, enukleasi, eksenterasi, external-beam radiation therapy, thermotherapy, laser photocoagulation, cryotheray dan chemothermotherapy.

Angka kematian akibat dari penyakit retinoblastoma ini berkisar antara 2-5%. Ukuran tumor besar dengan penyebaran sampai ke viterus, invasi tumor ke bilik mata depan, diferensial buruk. Keterlibatan saraf optic, rubeosisiridis, dan invasi koroid merupakan faktor prognostic yang buruk.

Sebagai upaya pencegahan bisa dilakukan skrining genetic. Jika dalam keluarga terdapat riwayat retinoblastoma, sebaiknya mengikuti konsultasi genetik untuk membantu meramalkan resiko retinoblastoma pada keturunannya.

<< Hati-hati Jika Mengidap Tumor Rahim Saat Hamil << Artikel Sebelumnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *